Ilustrasi harta berlimpah (foto: dream)
Terasmuslim.com - Dalam Islam, harta yang dimiliki seorang Muslim bukanlah sepenuhnya miliknya, melainkan titipan dari Allah ﷻ yang akan dipertanggungjawabkan kelak di akhirat. Rasulullah ﷺ menyebutkan bahwa setiap manusia akan ditanya tentang hartanya dalam dua hal penting: dari mana ia diperoleh dan untuk apa ia dibelanjakan. Hal ini menegaskan bahwa rezeki harus dicari dengan cara halal dan digunakan pada jalan yang diridai Allah.
Harta yang diperoleh melalui cara haram seperti riba, korupsi, penipuan, atau hasil maksiat akan menjadi sebab hilangnya keberkahan, bahkan bisa mendatangkan azab. Demikian pula, harta yang digunakan untuk kemaksiatan akan menambah dosa. Sebaliknya, harta yang diperoleh dengan cara halal dan dibelanjakan untuk nafkah keluarga, sedekah, zakat, serta kepentingan umat akan menjadi amal kebaikan. Oleh karena itu, setiap Muslim wajib berhati-hati dalam mengelola hartanya, agar menjadi sumber pahala, bukan penyesalan.