• KEISLAMAN

Menghisab Diri Sebelum Beramal, Bekal Muslim untuk Menjaga Keikhlasan

Yahya Sukamdani | Minggu, 31/08/2025
Menghisab Diri Sebelum Beramal, Bekal Muslim untuk Menjaga Keikhlasan Ilustrasi foto merenungi amal perbuatan

Terasmuslim.com - Dalam ajaran Islam, setiap amal yang dilakukan seorang Muslim akan dicatat dan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah ﷻ. Karena itu, ulama menganjurkan seorang hamba untuk menghisab dirinya sendiri sebelum beramal. Tujuannya agar amal yang dilakukan benar-benar ikhlas, sesuai syariat, dan terhindar dari riya maupun kesalahan.

Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa seorang Muslim sebaiknya menimbang niat, tujuan, dan manfaat dari amal yang hendak dilakukan. Apakah amal itu sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya, serta apakah diniatkan untuk mencari ridha Allah semata atau hanya untuk dipuji manusia. Dengan cara ini, amal tidak hanya bernilai lahiriah, tetapi juga bernilai di sisi Allah.

Imam Hasan al-Bashri juga berkata: “Seorang mukmin adalah orang yang menghisab dirinya dan mengetahui apa yang ia makan, apa yang ia minum, dan apa yang ia ucapkan.” Ucapan ini menunjukkan pentingnya evaluasi diri agar tidak terjerumus dalam dosa.

Menghisab diri sebelum beramal dapat dilakukan dengan beberapa langkah: pertama, memperbaiki niat agar semata-mata karena Allah; kedua, memastikan amal sesuai sunnah; ketiga, menimbang manfaat dan mudaratnya; keempat, berdoa memohon keikhlasan dan keberkahan.

Rasulullah ﷺ pun mengingatkan: “Sesungguhnya amal-amal itu tergantung pada niat, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari-Muslim). Hadis ini menjadi landasan utama pentingnya hisab sebelum amal, karena niat menjadi penentu diterimanya sebuah amal di sisi Allah.

Dengan demikian, menghisab diri sebelum beramal bukan sekadar introspeksi, melainkan upaya spiritual untuk memastikan setiap perbuatan memiliki nilai ibadah dan tidak sia-sia di hadapan Allah ﷻ.

Keywords :