• KEISLAMAN

Awas, Dosa Jariyah Bisa Terus Menghantui Setelah Kematian

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Sabtu, 16/08/2025
Awas, Dosa Jariyah Bisa Terus Menghantui Setelah Kematian Ilustrasi dosa (Foto: Ist)

Jakarta, Terasmuslim.com - Dalam ajaran Islam, setiap amal manusia akan dicatat, baik yang bernilai pahala maupun yang menambah dosa.

Kita sering mendengar istilah amal jariyah, yaitu pahala yang terus mengalir meskipun seseorang telah meninggal dunia. Namun, di sisi lain ada pula kebalikannya, yaitu dosa jariyah.

Dosa jariyah adalah dosa yang tidak berhenti pada pelakunya saja, melainkan terus mengalir meskipun ia sudah tiada. Hal ini bisa terjadi ketika seseorang meninggalkan perbuatan buruk yang kemudian ditiru oleh orang lain, atau ketika ia meninggalkan warisan yang justru mendorong maksiat.

Rasulullah SAW pernah bersabda:

“Barang siapa yang menunjukkan kepada suatu keburukan, maka ia mendapatkan dosa seperti dosa orang yang melakukannya, tanpa mengurangi dosa orang tersebut sedikit pun.” (HR. Muslim).

Fenomena dosa jariyah di era modern kian mudah terjadi. Banyak orang yang tanpa sadar menyebarkan konten menyesatkan atau maksiat melalui media sosial.

Ada pula yang meninggalkan tulisan atau karya yang mendorong orang lain melakukan perbuatan dosa. Selama perbuatan itu terus ditiru, maka dosa akan tetap mengalir kepada orang yang memulainya, bahkan setelah ia meninggal dunia.

Berbeda dengan dosa biasa yang berhenti ketika seseorang bertaubat atau meninggal, dosa jariyah bisa terus bertambah seiring dengan banyaknya orang yang terpengaruh. Inilah yang membuatnya begitu berbahaya, karena menjadi beban panjang di akhirat kelak.

Islam mengajarkan agar umatnya selalu berhati-hati dalam bertutur kata, menulis, maupun berperilaku. Setiap warisan yang ditinggalkan hendaknya memberikan manfaat dan menjadi pahala, bukan justru menjerumuskan orang lain ke dalam keburukan.

Bila terlanjur meninggalkan jejak buruk, seorang muslim dianjurkan untuk segera bertaubat dan berusaha menghapus dampaknya agar tidak menjadi beban yang berkelanjutan.

Dosa jariyah pada akhirnya menjadi pengingat bahwa setiap perbuatan akan meninggalkan jejak, baik atau buruk. Karena itu, umat Islam dituntut untuk bijak dalam memilih amal yang akan diwariskan, agar setelah meninggal dunia yang terus mengalir hanyalah pahala, bukan dosa yang tak pernah putus.