Ilustrasi - berdoa (Foto: tribunnews)
Jakarta, Terasmuslim.com - Bencana seperti gempa bumi bisa datang secara tiba-tiba dan menimbulkan kerusakan besar tanpa memandang tempat atau kesiapan manusia.
Gempa dahsyat yang baru-baru ini mengguncang Rusia menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan harus selalu dijaga—terutama oleh masyarakat Indonesia yang tinggal di kawasan Cincin Api Pasifik.
Islam sebagai agama yang sempurna juga mengajarkan umatnya cara menyikapi musibah ini, baik secara fisik maupun spiritual.
Dalam Islam, datangnya bencana alam dipandang sebagai momentum untuk meningkatkan introspeksi diri, memohon ampun, dan memperkuat keimanan.
Oleh karena itu, ada sejumlah anjuran dan doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW maupun para ulama terdahulu sebagai panduan saat dan setelah gempa terjadi.
Ketika terjadi gempa, anjuran utama adalah segera keluar dari bangunan dan menuju ke area terbuka jika memungkinkan. Tindakan ini sejalan dengan standar keselamatan dan juga memiliki dasar dalam fiqih Islam.
Dalam Madzhab Syafi’i, misalnya, disebutkan dalam kitab Asnal Mathalib karya Zakariya al-Anshari bahwa keluar rumah saat gempa adalah sunnah, bahkan bisa menjadi wajib jika untuk menyelamatkan nyawa.
Riwayat sejarah juga mencatat bahwa saat Kota Madinah diguncang gempa pada masa Sayyidina Umar bin Khattab RA, beliau menegur masyarakat Madinah dengan berkata:
"Wahai penduduk Madinah, sungguh cepat kalian melakukan sesuatu (yang menyimpang). Demi Allah, jika gempa ini kembali, aku tidak akan tinggal bersama kalian."
Setelah gempa, umat Islam dianjurkan memperbanyak istighfar, sedekah, serta membantu korban yang terdampak. Semua ini merupakan bentuk kepekaan sosial dan spiritualitas yang tinggi dalam Islam.
Adapun doa yang dapat dibaca saat atau setelah gempa adalah:
اللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَ مَا أَرْسَلْتَ بِهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أَرْسَلْتَ بِهِ
Allâhumma innî as’aluka khairahâ wa khaira mâ fîhâ wa khaira mâ arsalta bihî, wa a‘ûdzu bika min syarrihâ wa syarri mâ fîhâ wa syarri mâ arsalta bihî
"Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan atas kejadian ini, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan dari apa yang Engkau kirimkan bersamanya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan atas kejadian ini, keburukan yang ada di dalamnya, dan keburukan dari apa yang Engkau kirimkan bersamanya."
Doa ini tidak hanya dianjurkan saat kejadian gempa sedang berlangsung, tetapi juga bisa dibaca kapan saja sebagai bentuk perlindungan dari marabahaya.