Ilustrasi marah
Terasmuslim.com - Amarah adalah bagian dari sifat manusia. Namun jika tidak dikendalikan, kemarahan bisa merusak hubungan, keputusan, dan bahkan akhlak seseorang. Nabi Muhammad ﷺ sebagai suri teladan, memberikan banyak contoh dan nasihat tentang bagaimana mengendalikan amarah dengan cara yang bijak dan penuh hikmah.
Berikut lima tips dari ajaran dan teladan Nabi ﷺ dalam meredam amarah, yang relevan untuk dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari:
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Jika salah seorang di antara kalian marah, maka hendaklah ia diam."
(HR. Ahmad)
Berdiam diri adalah bentuk awal pengendalian diri. Saat emosi memuncak, kata-kata bisa menjadi senjata yang menyakitkan. Diam memberi ruang untuk berpikir jernih.
Dalam hadis lain, Rasulullah ﷺ bersabda:
"Jika kalian marah dalam keadaan berdiri, maka duduklah. Jika belum reda, berbaringlah."
(HR. Ahmad dan Abu Dawud)
Perubahan posisi fisik membantu menurunkan ketegangan dan menstabilkan emosi yang sedang tinggi.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sesungguhnya marah itu berasal dari setan, dan setan diciptakan dari api. Maka padamkanlah ia dengan air, yaitu berwudhu."
(HR. Abu Dawud)
Wudhu bukan hanya menyucikan fisik, tetapi juga membantu menyejukkan hati dan pikiran.
Ketika marah, Nabi ﷺ menganjurkan untuk membaca:
"A‘ūdzu billāhi minasy-syaithānir-rajīm" (Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk).
Doa ini membantu memutus hasutan setan yang menyulut amarah, dan membawa kembali kesadaran akan nilai-nilai kebaikan.
Rasulullah ﷺ tidak pernah langsung membalas saat beliau marah karena urusan pribadi. Beliau memberi waktu untuk merenung dan menyikapi dengan kepala dingin. Ini menjadi pelajaran bahwa keputusan saat marah sering kali tidak adil.