• UMRAH & HAJI

Haji dan Umrah, Panggilan Ilahi yang Tak Semua Dapat, Tapi Semua Bisa Berharap

Yahya Sukamdani | Jum'at, 18/07/2025
Haji dan Umrah, Panggilan Ilahi yang Tak Semua Dapat, Tapi Semua Bisa Berharap Ibadah Haji

Terasmuslim – Tak ada undangan yang lebih menggetarkan jiwa dibanding panggilan dari Allah ﷻ untuk menapaki tanah suci. Haji dan umrah bukan sekadar perjalanan ibadah, melainkan perjalanan hati menuju kedekatan dengan Sang Pencipta. Meski tak semua orang mampu atau diberi kesempatan, setiap Muslim berhak untuk berharap, berdoa, dan memantaskan diri agar suatu hari nanti bisa menjejakkan kaki di Tanah Haram.

Di tengah hiruk pikuk dunia, kesibukan pekerjaan, dan peliknya ekonomi, ajakan untuk berhaji atau umrah adalah hal yang tak semua orang dengar secara kasat mata. Namun bagi yang telah ditetapkan, panggilan itu datang begitu halus, menyusup ke hati dan menumbuhkan rindu yang tak terbendung kepada Ka’bah.

Banyak yang bertanya, “Kenapa dia yang bisa berangkat, padahal secara ekonomi biasa saja?” atau “Aku sudah siap secara materi, tapi belum juga berangkat.” Di sinilah letak keajaiban panggilan itu. Haji dan umrah bukan soal siapa yang paling kaya, paling sehat, atau paling siap secara administratif, melainkan siapa yang dipilih dan diundang langsung oleh Allah ﷻ. Sebab ibadah ini adalah perjamuan agung, dan hanya tamu-tamu terpilih yang bisa hadir.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Orang-orang yang menunaikan haji dan umrah adalah tamu Allah. Jika mereka berdoa kepada-Nya, Dia mengabulkannya. Jika mereka memohon ampun, Dia mengampuni mereka.” (HR. Ibnu Majah). Hadis ini menjadi penguat bahwa setiap langkah ke Tanah Suci bukanlah hal biasa, melainkan bagian dari kehendak Ilahi.

Namun jangan berkecil hati jika belum mendapat kesempatan. Dalam Islam, harapan adalah ibadah. Setiap doa yang tulus untuk bisa berhaji atau umrah akan dicatat sebagai niat yang bernilai. Bahkan banyak kisah nyata menunjukkan bahwa mereka yang terus berharap, istiqamah memperbaiki diri, dan menabung sedikit demi sedikit, akhirnya benar-benar sampai di Baitullah.

Tak sedikit pula yang memulai niat hanya dengan doa, lalu tiba-tiba dibukakan jalan tak terduga: mendapat undangan dari kerabat, hadiah dari perusahaan, atau bantuan dari lembaga zakat. Seolah-olah semesta digerakkan oleh Allah untuk mewujudkan niat sang hamba yang ikhlas.

Maka jangan pernah berhenti berharap. Tanamkan keyakinan bahwa jika belum hari ini, mungkin esok atau tahun depan. Karena ketika Allah sudah memanggil, tak ada satu pun yang bisa menghalangi.

Haji dan umrah adalah tentang kesiapan hati, bukan semata kecukupan harta. Ia adalah anugerah yang datang di waktu terbaik, pada hamba-hamba yang dikehendaki-Nya. Maka bersiaplah, perbaiki niat, dan teruslah berharap, karena panggilan itu bisa datang kapan saja, kepada siapa saja.