• KEISLAMAN

Ini Bahaya Berlebihan dalam Ibadah Menurut Islam

Yahya Sukamdani | Rabu, 16/07/2025
Ini Bahaya Berlebihan dalam Ibadah Menurut Islam Ilustrasi kekhawatiran dalam beribadah

Terasmuslim.com – Ibadah merupakan bentuk ketaatan seorang Muslim kepada Allah ﷻ. Namun dalam pelaksanaannya, Islam tidak membenarkan sikap berlebihan. Justru, Rasulullah ﷺ memperingatkan bahwa berlebih-lebihan dalam agama termasuk dalam ibadah dapat membawa kepada kebinasaan.

Sikap berlebihan dalam ibadah dalam Islam dikenal dengan istilah ghuluw, yaitu melampaui batas syariat baik dalam niat maupun praktiknya. Rasulullah ﷺ bersabda, "Hati-hatilah kalian dari sikap ghuluw dalam agama, karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa karena berlebih-lebihan dalam agama." (HR. Ahmad dan an-Nasa’i).

Contoh nyata dari sikap ghuluw adalah memaksakan diri dalam ibadah sunnah secara ekstrem, seperti shalat malam tanpa istirahat, puasa terus-menerus tanpa berbuka, atau menghindari pernikahan karena ingin fokus sepenuhnya kepada ibadah. Tindakan ini bukan saja tidak dianjurkan, tetapi juga telah ditegur langsung oleh Rasulullah ﷺ.

Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, diceritakan bahwa tiga sahabat datang kepada Nabi dan menyampaikan niat mereka: salah satu ingin shalat malam tanpa tidur, yang lain ingin puasa sepanjang waktu, dan yang ketiga enggan menikah seumur hidup. Mendengar itu, Nabi menegaskan, “Aku adalah orang yang paling takut kepada Allah di antara kalian, namun aku tetap berpuasa dan berbuka, aku shalat dan tidur, dan aku menikahi wanita. Siapa yang membenci sunnahku, maka ia bukan dari golonganku.”

Islam adalah agama yang mengajarkan keseimbangan dan moderasi. Ibadah tidak boleh dilakukan dengan cara yang menyakiti diri sendiri, mengabaikan keluarga, atau mengganggu hak sesama. Bahkan ibadah yang pada dasarnya sunnah, bisa menjadi makruh atau terlarang jika dilakukan secara berlebihan hingga melampaui batas kemampuan fisik dan sosial.

Tak hanya itu, sikap berlebihan juga bisa menjerumuskan seseorang ke dalam was-was, yaitu keraguan berlebihan dalam ibadah. Misalnya, terus-menerus mengulang wudhu karena takut belum sah, atau memperlama shalat hingga menyulitkan jamaah lain.

Dengan demikian, Islam mengajarkan bahwa ibadah yang baik bukanlah yang berat dan ekstrem, tetapi yang konsisten, ikhlas, dan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ. Semangat menjalankan ibadah harus dibarengi dengan pemahaman yang benar, agar tidak menyimpang dari ruh ajaran Islam yang mengedepankan kasih sayang dan keseimbangan.