Ilustrasi dzikir setelah shalat
Terasmuslim.com – Dzikir atau mengingat Allah setelah shalat merupakan bagian penting dalam ibadah seorang Muslim. Namun, muncul pertanyaan yang sering dibahas di kalangan umat Islam: apakah Rasulullah ﷺ berdzikir dengan suara keras setelah menunaikan shalat fardhu?
Jawabannya, ya. Berdasarkan riwayat yang sahih, Nabi Muhammad ﷺ memang pernah berdzikir dengan suara keras setelah shalat, terutama pada masa awal Islam. Hal ini dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu `anhuma. Ia berkata, “Kami mengetahui bahwa shalat Rasulullah telah selesai dengan takbir.” (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam riwayat lain, disebutkan bahwa para sahabat biasa mendengar suara dzikir Rasulullah secara jelas usai shalat berjamaah.
Kebiasaan berdzikir dengan suara terdengar ini tidak hanya menunjukkan kecintaan kepada Allah, tetapi juga memiliki beberapa tujuan syiar. Salah satunya adalah untuk mengajarkan lafaz dzikir kepada para sahabat yang baru masuk Islam, serta menanamkan kebiasaan dzikir dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, dzikir keras di awal-awal masa dakwah juga menjadi simbol eksistensi umat Islam yang mulai berkembang. Di tengah tekanan dan tantangan saat itu, memperdengarkan dzikir menjadi cara untuk menunjukkan bahwa Islam hadir dengan penuh keyakinan.
Meski demikian, tidak selalu Rasulullah ﷺ berdzikir dengan suara keras. Dalam beberapa kesempatan, beliau juga melakukannya secara lirih. Para ulama menyimpulkan bahwa baik dzikir keras maupun dzikir pelan, keduanya dibenarkan dalam syariat. Yang terpenting adalah kekhusyukan dan keikhlasan hati dalam berdzikir.
Praktik ini kemudian dilanjutkan oleh para sahabat dan umat Islam hingga saat ini. Di berbagai masjid, terutama setelah shalat berjamaah, masih sering terdengar dzikir berjamaah secara keras. Namun, ada pula yang memilih berdzikir dalam hati atau secara perlahan. Semua bentuk ini sah, selama masih dalam kerangka syariat.
Dengan demikian, dzikir setelah shalat baik dengan suara keras maupun pelan adalah bagian dari sunnah yang fleksibel. Yang terpenting, seorang Muslim tetap mengisi waktu setelah shalat dengan mengingat Allah dan memohon ampunan Allah.