Ilustrasi - anak kecil diajarkan menutup aurat sejak kecil (Foto: Screenshoot Youtube)
Jakarta, Terasmuslim.com - Dalam ajaran Islam, pendidikan anak tidak hanya berfokus pada kecerdasan intelektual, tetapi juga pembentukan akhlak dan keimanan.
Mendidik anak merupakan amanah besar yang dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT, sebagaimana ditegaskan dalam banyak ayat Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW.
Islam memandang bahwa anak adalah anugerah sekaligus tanggung jawab. Maka dari itu, orang tua dituntut untuk tidak hanya membesarkan, tetapi juga membina mereka menjadi pribadi yang saleh dan berilmu.
Prinsip dasar dalam mendidik anak menurut Islam adalah menanamkan tauhid atau keyakinan kepada Allah SWT. Dalam QS. Luqman ayat 13, disebutkan bagaimana Luqman Al-Hakim mengajarkan anaknya agar tidak menyekutukan Allah.
“Wahai anakku, janganlah engkau mempersekutukan Allah. Sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah kezaliman yang besar.”
(QS. Luqman: 13)
Ajarkan anak mengenal Allah, mencintai Rasulullah SAW, serta memahami dasar-dasar Islam seperti salat, puasa, dan akhlak terpuji.
Anak adalah peniru ulung. Maka, orang tua yang ingin anaknya tumbuh dalam nilai-nilai Islam harus terlebih dahulu menjadi contoh nyata. Rasulullah SAW sendiri menjadi pendidik terbaik bukan dengan banyak ceramah, tetapi dengan akhlaknya.
“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
(HR. Ahmad)
Orang tua yang rajin salat, jujur, dan santun akan lebih mudah ditiru dibanding mereka yang hanya menyuruh.
Dalam Islam, adab (akhlak) lebih utama daripada sekadar ilmu. Imam Malik pernah berkata, “Pelajarilah adab sebelum mempelajari ilmu.”
Ajarkan anak untuk menghormati orang tua, guru, tamu, dan sesama sejak kecil. Jangan menyepelekan pelajaran seperti berkata sopan, duduk rapi, dan menyapa orang dengan salam.
Rasulullah SAW memberikan arahan yang jelas dalam mendidik anak sesuai tahap usianya. Sebuah hadis menyebutkan:
"Perintahkan anak-anak kalian salat pada usia tujuh tahun, dan pukullah mereka (jika tidak salat) pada usia sepuluh tahun."
(HR. Abu Dawud)
Dari sini, para ulama menyimpulkan bahwa pendidikan harus bertahap: usia 0–7 tahun adalah masa bermain dan kasih sayang, usia 7–14 adalah masa pendidikan disiplin, dan setelah itu masa pembinaan logika dan tanggung jawab.
Dalam Islam, doa orang tua adalah senjata spiritual utama. Bahkan Nabi Ibrahim AS berdoa agar keturunannya menjadi anak-anak yang rajin salat dan bertakwa:
“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan salat.”
(QS. Ibrahim: 40)
Hindari mendoakan keburukan saat marah. Sebaliknya, doakan anak dengan doa-doa yang penuh harapan dan kebaikan.
Lingkungan punya pengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak. Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda:
“Seseorang tergantung pada agama temannya. Maka hendaklah salah satu dari kalian melihat siapa yang ia jadikan teman.”
(HR. Abu Dawud)
Orang tua harus aktif mengarahkan anak agar memilih teman yang baik dan menjauhi konten negatif, baik di dunia nyata maupun dunia digital.
Islam mengajarkan kelembutan dalam berbicara dan bersikap. Bahkan dalam mendidik anak, kelembutan akan lebih membekas daripada bentakan. Dengarkan anak, ajak diskusi, dan libatkan mereka dalam aktivitas keluarga agar tumbuh rasa percaya diri dan tanggung jawab.