Ilustrasi - berdoa agar hati tenang dan tidak gelisah (Foto: Ist)
Jakarta, Terasmuslim.com - Dalam hiruk pikuk kehidupan modern, perasaan cemas, gelisah, atau khawatir seringkali menghampiri.
Beban pekerjaan, masalah pribadi, atau ketidakpastian masa depan bisa membuat hati terasa tidak tenteram. Namun, sebagai seorang Muslim, kita memiliki "senjata" ampuh untuk menghadapi kegelisahan ini: doa.
Doa bukan hanya sekadar permohonan, melainkan bentuk pasrah dan keyakinan penuh kepada Allah SWT. Ia adalah penawar bagi hati yang resah.
Doa ini adalah doa yang dipanjatkan oleh Nabi Yunus AS ketika berada dalam perut ikan paus, dalam keadaan sangat gelap dan penuh keputusasaan. Allah SWT mengabulkan doanya karena kesungguhan dan pengakuannya akan keesaan Allah.
لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin.
"Tidak ada Tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim."
Doa ini mengajarkan kita untuk mengakui kelemahan dan kesalahan diri, serta memurnikan tauhid kepada Allah. Dengan demikian, hati akan merasa lebih ringan dan tenang karena sepenuhnya berserah diri.
Doa ini diajarkan oleh Rasulullah SAW untuk mengatasi kesedihan, kesempitan rezeki, kegelisahan, dan beban utang.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ
Allahumma inni a`udzu bika minal hammi wal hazan, wa a`udzu bika minal `ajzi wal kasal, wa a`udzu bika minal jubni wal bukhl, wa a`udzu bika min ghalabatid dayni wa qahrir rijal.
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kegundahan dan kesedihan. Aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan. Aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan penindasan orang."
Doa ini mencakup permohonan perlindungan dari berbagai macam hal yang bisa menimbulkan kegelisahan, baik dari dalam diri maupun dari luar.
Doa ini sering dipanjatkan oleh Nabi Musa AS ketika menghadapi Firaun. Doa ini sangat cocok untuk memohon agar hati dilapangkan, urusan dimudahkan, dan ucapan menjadi lancar.
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
Robbisyrohli shodri, wa yassirli amri, wahlul `uqdatam mil lisan yafqohu qouli.
"Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku."
Doa ini tidak hanya memohon ketenangan batin, tetapi juga memohon kelancaran dalam berkomunikasi dan menghadapi tantangan.