Ilustrasi memberikan kabar gembira (Foto: AI)
Terasmuslim.com - Dalam Islam, memberikan kabar gembira kepada orang lain adalah salah satu bentuk akhlak mulia yang dianjurkan. Rasulullah ﷺ dikenal sebagai sosok yang senang menyampaikan berita baik, memotivasi, dan menguatkan hati orang-orang di sekitarnya. Tindakan ini bukan hanya mempererat ukhuwah, tapi juga termasuk dalam amal kebaikan yang bernilai pahala.
Senyuman, sapaan hangat, dan kalimat yang mengandung harapan bisa jadi hal sederhana, tapi besar dampaknya bagi orang lain. Dalam ajaran Islam, menyampaikan kabar gembira kepada sesama bukan hanya dianjurkan, tapi juga merupakan akhlak para nabi dan ciri orang beriman.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Berilah kabar gembira dan jangan membuat orang lari, mudahkanlah dan jangan persulit.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa Islam sangat menjunjung tinggi semangat optimisme dan kebaikan dalam berinteraksi. Ketika seseorang sedang dalam kesulitan atau ragu, hadirnya kabar baik bisa menjadi sumber kekuatan dan harapan baru. Bahkan dalam dakwah, Rasulullah lebih banyak menyampaikan kabar gembira sebelum memperingatkan.
Al-Qur’an juga mencatat bahwa tugas para rasul adalah sebagai mubassyirin, yaitu pembawa kabar gembira. Dalam Surah Al-Kahfi ayat 2 disebutkan bahwa Al-Qur’an diturunkan untuk memberi kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh.
Kabar gembira dalam Islam bisa bermacam-macam bentuknya: Menyampaikan keberhasilan, rezeki, atau peluang kebaikan, Mengingatkan bahwa Allah Maha Pengampun bagi yang bertaubat, Memberi harapan bahwa setiap kesulitan akan disusul kemudahan, Menyemangati orang yang sedang sakit, sedih, atau kehilangan.
Nabi Muhammad ﷺ pun dikenal sering menenangkan hati para sahabat dengan kalimat lembut dan penuh harapan. Beliau juga memberi kabar gembira kepada para syuhada, orang miskin yang sabar, bahkan kepada anak-anak kecil.
Memberi kabar gembira termasuk bagian dari menjaga lisan agar menjadi sumber kebaikan. Dalam kehidupan sehari-hari, hal ini bisa dilakukan dengan menyampaikan ucapan yang menyenangkan, menghindari kabar yang membuat cemas, serta menumbuhkan semangat positif dalam lingkungan keluarga dan masyarakat.
Memberikan kabar gembira kepada orang lain adalah bagian dari sunnah Rasulullah ﷺ dan termasuk akhlak mulia dalam Islam. Perbuatan ini bisa memperkuat iman, menyatukan hati, serta menebar harapan dan kebaikan. Di tengah dunia yang penuh ujian, kabar baik adalah hadiah terbaik yang bisa kita bagi kepada sesama.