• KEISLAMAN

Siapa yang Disebut Pemecah Belah Agama Menurut Islam?

Yahya Sukamdani | Rabu, 09/07/2025
Siapa yang Disebut Pemecah Belah Agama Menurut Islam? Ilustrasi sedang berkoar-koar (Foto: AI)

Terasmuslim.com - Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi persatuan umat. Dalam berbagai ayat Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad ﷺ, umat Islam diperintahkan untuk bersatu di atas tali agama Allah dan dilarang membuat perpecahan. Lantas, siapa sebenarnya yang dimaksud sebagai pemecah belah agama dalam pandangan Islam?

Istilah "pemecah belah agama" dalam konteks ajaran Islam merujuk pada orang-orang yang memisahkan diri dari jalan kebenaran, memunculkan kelompok-kelompok baru, serta menyebarkan kebencian dan fitnah yang merusak kesatuan umat. Mereka disebut dalam Al-Qur’an sebagai orang-orang yang bercerai-berai dari agama dan membuat golongan sendiri.

Salah satu ayat yang secara tegas menyinggung hal ini terdapat dalam Surah Al-An’am ayat 159. Allah ﷻ berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi bergolongan-golongan, tidak ada sedikit pun tanggung jawabmu terhadap mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah kepada Allah.” Ayat ini memperingatkan bahwa perpecahan yang dilakukan atas nama agama adalah tindakan menyimpang.

Rasulullah ﷺ pun telah mengisyaratkan bahwa umat Islam kelak akan terpecah menjadi banyak kelompok. Dalam hadis riwayat Tirmidzi disebutkan, “Umatku akan terpecah menjadi 73 golongan, semuanya akan masuk neraka kecuali satu.” Ketika ditanya siapa kelompok yang selamat, Nabi menjawab, “Mereka yang berada di atas ajaranku dan ajaran para sahabatku.”

Dengan demikian, siapa pun yang keluar dari prinsip dasar Islam yakni mengikuti Al-Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman para sahabat serta menebar ajaran yang membingungkan atau memecah umat, termasuk dalam kategori pemecah agama. Tak jarang, tindakan semacam ini muncul dari klaim membawa pembaruan, padahal justru menjauhkan umat dari esensi Islam yang sesungguhnya.

Al-Qur’an dalam Surah Ali Imran ayat 105 juga memberi peringatan, “Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih setelah datang kepada mereka keterangan yang jelas.” Ayat ini memperkuat seruan agar umat tidak tergoda oleh paham atau ideologi yang membawa pada perpecahan.

Pemecah belah agama tidak selalu berasal dari luar Islam. Mereka bisa saja berasal dari kalangan Muslim, namun sikap, pemikiran, atau kelompoknya mengandung unsur penyimpangan. Dalam sejarah Islam, banyak muncul sekte-sekte yang mengaku berlandaskan agama, tetapi justru menjauh dari inti ajaran Rasulullah.

Islam tidak menoleransi perpecahan yang dibuat atas dasar kebencian, fanatisme kelompok, atau bid`ah yang menyesatkan. Justru, semangat persaudaraan, musyawarah, dan saling mengingatkan adalah bagian dari syariat. Umat Islam diajarkan untuk menjauhi fitnah dan senantiasa merawat ukhuwah agar tidak terjerumus ke dalam golongan yang memecah agama.