Ilustrasi foto kurafat (Foto: AI)
Terasmuslim.com - Di tengah kemajuan zaman, kepercayaan terhadap hal-hal gaib dan tidak masuk akal masih tumbuh subur di sebagian masyarakat. Salah satu bentuknya adalah kurafat, yakni keyakinan yang tidak memiliki dasar dalam Islam namun tetap dipercaya dan diamalkan secara turun-temurun.
Secara istilah, kurafat berasal dari bahasa Arab khurafat, yang berarti dongeng atau cerita bohong. Dalam praktiknya, kurafat merujuk pada tahayul, mitos, atau kepercayaan mistis yang bertentangan dengan akidah Islam. Meski terlihat “tradisional” atau bahkan “sakral”, kurafat sebenarnya bisa menjerumuskan umat Islam ke dalam kesesatan.
Contohnya mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti keyakinan bahwa bayi harus dipakaikan benang hitam agar tidak diganggu makhluk halus, atau pohon tua tidak boleh ditebang tanpa “izin gaib”. Ada pula praktik menanam kepala hewan di proyek bangunan agar lancar, atau percaya hari tertentu sebagai hari sial yang harus dihindari.
Islam dengan tegas menolak segala bentuk kurafat, karena bertentangan dengan tauhid, yaitu keyakinan bahwa hanya Allah-lah yang memiliki kuasa atas segala sesuatu. Kepercayaan kepada kekuatan benda, tempat, atau makhluk selain Allah tanpa dasar yang sah dalam Al-Qur’an dan hadis, termasuk dalam praktik yang berbahaya bagi akidah.
Lebih jauh lagi, kurafat sering menjadi pintu masuk kepada dukun, ramalan, jimat, dan sihir. Dalam hadis sahih, Rasulullah ﷺ memperingatkan keras terhadap orang yang mendatangi tukang ramal dan mempercayainya, karena berarti telah menolak wahyu yang dibawa Nabi.
Penting bagi umat Islam untuk membedakan mana budaya dan mana ajaran agama, agar tidak terjebak dalam kebiasaan yang tampak religius, tapi justru mengandung kesyirikan. Solusinya adalah dengan memperkuat ilmu tauhid, memperbanyak kajian keislaman, serta menghindari praktik keagamaan yang tidak memiliki dasar syar’i.
Di era digital ini, kurafat bisa menyebar lebih cepat lewat media sosial dan cerita viral yang dibumbui mistik. Oleh karena itu, literasi keislaman perlu diperkuat agar umat tidak mudah tertipu oleh mitos yang dibungkus seolah-olah sebagai “kearifan lokal” padahal menyimpang.
Islam tidak melarang tradisi, selama tidak bertentangan dengan akidah. Tapi ketika sebuah keyakinan melemahkan iman dan menjauhkan dari tauhid, maka saatnya untuk bersikap tegas: tinggalkan kurafat, tegakkan tauhid.