Ilustrasi pernikahan (Foto: Ist)
Jakarta, Terasmuslim.com - Pernikahan bukan hanya tentang dua hati yang saling mencinta. Dalam Islam, pernikahan adalah ibadah, akad suci, dan sunnah Nabi yang penuh dengan makna spiritual. Ia menjadi jalan untuk menyalurkan cinta secara halal, menjaga kesucian diri, dan membangun peradaban keluarga yang diridhai Allah.
Di tengah era modern yang menafsirkan cinta sesuka hati, Islam datang dengan panduan yang kokoh: pernikahan adalah komitmen lahir batin, dunia akhirat.
Bukan cuma romantis, tapi juga ibadah
Islam mengajarkan bahwa setiap langkah menuju pernikahan dari memilih pasangan hingga akad bisa bernilai ibadah jika diniatkan karena Allah. Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:
“Nikah itu termasuk sunnahku. Siapa yang tidak menyukai sunnahku, maka bukan bagian dari golonganku.”
(HR. Ibnu Majah)
Menikah karena Allah menjadikan hubungan suami istri bukan hanya legal secara sosial, tapi juga bernilai pahala.
Rukun dan syarat yang tegas tapi ringan
Dalam Islam, pernikahan tidak harus mewah. Cukup lima rukun utama:
Syaratnya pun sederhana: masing-masing beragama Islam, tidak berada dalam masa ihram, dan bukan mahram satu sama lain.
Tujuan: membangun rumah tangga yang sakinah
Allah berfirman dalam QS. Ar-Rum ayat 21:
“Dan di antara tanda-tanda kebesaran-Nya adalah Dia menciptakan untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu kasih dan sayang.”
Itulah tujuan ideal dari pernikahan dalam Islam: ketenteraman, cinta, dan rahmat—bukan sekadar status sosial atau tuntutan usia.
Menikah itu sunnah, tapi bisa jadi wajib
Menikah dalam Islam bisa berbeda-beda hukumnya:
Mahar yang tidak memberatkan
Islam sangat menganjurkan mahar yang ringan, sebagai bentuk kemudahan dalam ibadah. Bukan harga diri yang diukur dari nominal, melainkan niat untuk hidup bersama dalam kebaikan.
Doa dan harapan yang mengiringi
Pernikahan dalam Islam selalu diawali dengan doa. Rasulullah ﷺ mendoakan pengantin:
"Barakallahu laka, wa baraka ‘alaika, wa jama’a bainakuma fi khair."
“Semoga Allah memberkahimu, memberkahi pernikahanmu, dan menyatukan kalian dalam kebaikan.”
Pernikahan bukan akhir dari pencarian cinta, melainkan awal dari perjuangan bersama dalam taat kepada Allah. Islam tidak menjanjikan rumah tangga tanpa masalah, tapi mengajarkan cara menghadapi masalah dengan iman, sabar, dan saling menguatkan.
Karena pada akhirnya, pernikahan yang diridhai bukan yang paling mewah atau viral, tapi yang paling didekati oleh Allah dan dijalani dengan tanggung jawab serta cinta yang halal.