Ilustrasi - Yaumul Qor (Foto: Ist)
Terasmuslim.com - Setelah gema takbir berkumandang di Hari Raya Iduladha, umat Islam masih disuguhkan momen sakral lain yang sering luput dari perhatian: Yaumul Qor. Hari ini jatuh pada tanggal 11 Zulhijjah, sehari setelah Hari Nahr atau penyembelihan kurban, dan menjadi salah satu hari yang paling dicintai Allah.
Meski tak sepopuler wukuf di Arafah atau tak semeriah Hari Kurban, Yaumul Qor memiliki tempat khusus dalam kalender spiritual Islam. Dari tenda-tenda di Mina hingga kampung-kampung di Nusantara, hari ini menyimpan banyak keutamaan yang sayang untuk dilewatkan.
Hari diam yang mulia
Secara bahasa, Yaumul Qor berarti "hari diam" atau "hari menetap." Sebutan ini mencerminkan kondisi jamaah haji yang mulai menetap di Mina setelah serangkaian ritual intens sejak tanggal 8 Zulhijjah. Mereka tidak lagi berpindah tempat, melainkan mulai melempar jumrah secara bertahap selama tiga hari tasyrik.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Hari paling agung di sisi Allah adalah Hari Nahr, kemudian hari menetap (Yaumul Qor).”
(HR. Abu Dawud, no. 1765)
Artinya, Yaumul Qor adalah hari kedua terbaik dalam Islam setelah Hari Raya Iduladha itu sendiri.
Hari zikir, bukan puasa
Berbeda dari hari-hari lain, Yaumul Qor termasuk dalam hari-hari tasyrik, yakni tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijjah. Di hari-hari ini, umat Islam dilarang untuk berpuasa. Sebaliknya, mereka dianjurkan untuk memperbanyak zikir, terutama takbir, tahmid, dan tahlil, baik dalam salat maupun di luar salat.
Hari-hari tasyrik memang disebut Rasulullah sebagai "ayyām aklin wa syurbin wa dzikrin lillah"—hari makan, minum, dan mengingat Allah. Sebuah keseimbangan indah antara perayaan lahiriah dan kekhusyukan batiniah.
Momentum kurban masih terbuka
Bagi yang belum sempat berkurban di tanggal 10 Zulhijjah, jangan khawatir. Waktu penyembelihan hewan kurban masih terbuka hingga akhir hari tasyrik, tepatnya sebelum matahari terbenam di tanggal 13 Zulhijjah. Maka, Yaumul Qor bisa jadi momen kedua terbaik untuk melaksanakan ibadah kurban.
Jamaah haji dan lempar jumrah
Untuk para tamu Allah di tanah suci, Yaumul Qor adalah awal dari ritual melontar tiga jumrah secara berturut-turut: Ula, Wustha, dan Aqabah. Mereka menetap di Mina dan melakukan ibadah dengan ritme yang lebih teratur, setelah sebelumnya padat dengan pergerakan dari Arafah hingga Muzdalifah.
Pelajaran dari Yaumul Qor
Meski terdengar sederhana, Yaumul Qor mengajarkan kita tentang ketenangan setelah perjuangan, kesabaran dalam menetap, dan keutamaan zikir dalam keseharian. Ia menjadi penegas bahwa setelah pengorbanan dan perjalanan panjang, manusia perlu jeda untuk merenung dan bersyukur.