• KEISLAMAN

Perlu Tahu Adab Penyembelih Hewan Kurban dalam Islam

Yahya Sukamdani | Senin, 19/05/2025
Perlu Tahu Adab Penyembelih Hewan Kurban dalam Islam Ilustrasi sembelih qurban (Foto: Ist)

Terasmuslim.com - Momen Iduladha selalu menjadi saat yang istimewa bagi umat Islam. Selain menjadi hari raya besar, Iduladha juga merupakan peringatan akan keikhlasan dan pengorbanan Nabi Ibrahim AS dalam menjalankan perintah Allah. Salah satu ibadah utamanya adalah menyembelih hewan kurban. Namun, perlu disadari bahwa proses penyembelihan ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Islam mengajarkan adab-adab khusus bagi orang yang bertugas menyembelih hewan kurban.

Dalam syariat Islam, penyembelih bukan hanya sekadar tukang potong hewan. Ia adalah pelaksana ibadah yang membawa tanggung jawab spiritual besar. Setiap tindakannya, mulai dari niat hingga perlakuan terhadap hewan, mencerminkan ajaran Islam yang penuh kasih terhadap makhluk hidup. Oleh sebab itu, penting bagi setiap Muslim yang hendak menyembelih atau menunjuk penyembelih untuk memahami etika ini secara benar.

Menjaga adab saat menyembelih bukan hanya membuat ibadah menjadi sah secara fiqh, tetapi juga menunjukkan penghormatan terhadap makna kurban itu sendiri yakni kepasrahan total kepada kehendak Allah ﷻ.

Adab pertama yang harus dijaga adalah niat yang tulus. Penyembelihan harus dilakukan semata-mata karena Allah, bukan karena adat atau formalitas. Sebelum menyembelih, penyembelih wajib membaca basmalah dan takbir: "Bismillahi Allahu Akbar." Hal ini sesuai dengan perintah Allah dalam QS. Al-An’am ayat 118, yang menegaskan agar nama Allah disebut saat menyembelih.

Selain itu, alat yang digunakan harus tajam, dan penyembelihan dilakukan dengan cara yang ihsan (baik). Rasulullah SAW bersabda dalam hadits riwayat Muslim:

"Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat ihsan dalam segala hal. Jika kalian menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang baik. Hendaklah kalian menajamkan pisaunya dan menenangkan sembelihannya."

Adab berikutnya, hewan tidak boleh disiksa sebelum disembelih. Itu termasuk tidak boleh ditarik secara kasar, tidak boleh ditakut-takuti, dan tidak menajamkan pisau di hadapannya. Bahkan, menyembelih satu hewan di hadapan hewan lain pun sebaiknya dihindari karena dapat membuat hewan ketakutan. Islam mengajarkan untuk menyembelih dengan tenang, sabar, dan tidak tergesa-gesa.

Disunnahkan pula agar hewan dibaringkan di sisi kiri dan diarahkan ke kiblat sebelum disembelih. Hal ini merupakan simbol bahwa segala ibadah, termasuk kurban, ditujukan kepada Allah ﷻ. Setelah disembelih, penyembelih tidak boleh langsung memotong bagian leher seluruhnya sebelum hewan benar-benar mati. Ini merupakan bentuk penghormatan terhadap nyawa makhluk hidup.

Menurut para ulama, penyembelih juga harus seorang Muslim yang sudah mumayyiz, yaitu dapat membedakan yang baik dan buruk. Ia harus memahami bahwa tindakannya adalah bagian dari ibadah, bukan semata-mata tugas fisik. Jika seorang non-Muslim menyembelih tanpa menyebut nama Allah, maka sembelihannya tidak sah untuk kurban.

Adab terakhir yang tak kalah penting adalah tidak mengambil bagian dari hewan kurban sebagai bayaran penyembelih. Rasulullah ﷺ melarang memberi bagian hewan kurban sebagai upah. Nabi bersabda kepada Ali bin Abi Thalib, “Jangan engkau berikan sedikit pun dari kurban itu kepada tukang sembelih sebagai upah” (HR. Bukhari dan Muslim). Upah penyembelih harus diberikan dari harta lain, bukan dari hewan kurban.

Dengan menjaga seluruh adab ini, penyembelihan hewan kurban menjadi lebih dari sekadar ritual. Ia berubah menjadi bentuk nyata dari ketaatan, kasih sayang, dan penghambaan kepada Allah SAW. Seorang penyembelih yang baik bukan hanya menjalankan tugas, tetapi juga mempersembahkan ibadah dengan cara yang paling mulia.

Keywords :