Shalat di Masjid Istiqlal, Jakarta (Foto: Kemenag)
Terasmuslim.com - Shalat adalah ibadah agung yang menjadi tiang agama. Ia bukan sekadar gerakan, melainkan pertemuan ruhani antara hamba dan Rabb-nya. Karena begitu penting dan mulianya kedudukan shalat, Islam mengatur dengan rinci adab, syarat, dan larangan di dalamnya. Sayangnya, banyak hal yang tampak sepele justru bisa mengganggu, bahkan membatalkan shalat jika tidak disadari.
Di tengah kebiasaan yang makin longgar, sebagian orang masih menyepelekan gerakan berlebihan, tertawa, atau bahkan berbicara saat shalat. Ada pula yang lalai menjaga kekhusyukan dengan membiarkan HP berbunyi, menguap tanpa ditutup, atau berpakaian tidak layak. Padahal, Nabi Muhammad ﷺ telah memberikan tuntunan agar shalat menjadi bentuk penghambaan yang utuh dari hati, lisan, hingga gerakan tubuh.
Berikut ini adalah panduan penting mengenai hal-hal yang dilarang dalam shalat, agar setiap Muslim bisa menjaga shalatnya tetap khusyuk, sah, dan bernilai di sisi Allah ﷻ.
Setelah takbiratul ihram, tidak boleh ada percakapan duniawi. Jika seseorang berbicara dengan sengaja, maka shalatnya batal menurut mayoritas ulama.
Nabi ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya shalat ini tidak boleh mengandung perkataan manusia. Sesungguhnya ia hanyalah tasbih, takbir, dan bacaan Al-Qur’an.”
(HR. Muslim)
Menggaruk, memainkan baju, atau memindahkan posisi tanpa sebab penting secara terus-menerus dapat membatalkan shalat. Satu-dua gerakan kecil karena keperluan tidak membatalkan, namun tetap mengurangi kekhusyukan.
Menguap tanpa ditutup, apalagi dengan suara “haaah”, termasuk perilaku yang dimakruhkan. Nabi ﷺ menganjurkan menahan menguap dan menutup mulut, karena itu dari setan.
“Jika salah seorang dari kalian menguap dalam shalat, maka tahanlah semampunya, karena setan masuk bersamanya.”
(HR. Muslim)
Menoleh berlebihan ke kanan atau kiri tanpa keperluan syar’i mengurangi kekhusyukan. Rasulullah ﷺ menyebutnya sebagai “pencurian dari shalat” oleh setan (HR. Bukhari).
Jika seseorang tertawa sampai mengeluarkan suara, shalatnya batal. Senyum kecil tanpa suara tidak membatalkan, tapi tetap mengganggu.
Pakaian ketat, transparan, atau bergambar mencolok bisa mengurangi kekhusyukan dan membatalkan shalat jika aurat terbuka. Islam menganjurkan berpakaian rapi dan sopan saat menghadap Allah.
Meskipun bukan bagian dari gerakan shalat, menunda-nunda shalat tanpa alasan syar’i adalah dosa besar dan merusak kualitas ibadah.
“Celakalah orang-orang yang lalai dari shalatnya.”
(QS. Al-Ma’un: 4-5)
Makmum yang terlalu cepat (mendahului imam) atau terlalu lambat (terlambat mengikuti gerakan) tidak menunaikan shalat dengan benar. Nabi ﷺ bersabda:
“Imam itu dijadikan untuk diikuti…” (HR. Bukhari dan Muslim)
Shalat bukan hanya tentang menggugurkan kewajiban, tetapi tentang membentuk kepribadian seorang hamba yang tunduk dan disiplin. Dengan menghindari larangan-larangan di atas, kita tidak hanya menyempurnakan gerakan, tapi juga menghadirkan hati dalam setiap rakaat.
Mari edukasi diri dan keluarga agar shalat yang kita kerjakan tidak sia-sia. Karena boleh jadi, shalat yang tampaknya sah di mata manusia, belum tentu diterima di sisi Allah jika penuh kelalaian dan gangguan.