Ilustrasi (Foto: AI)
Terasmuslim.com - Perpindahan jemaah haji Indonesia dari Madinah menuju Makkah mulai berlangsung sejak 10 Mei. Dalam proses perjalanan yang padat dan dinamis ini, potensi terjadinya barang bawaan tertukar atau tertinggal semakin besar.
Kepala Seksi Layanan Transportasi dan Perlindungan Jemaah (Linjam) Daerah Kerja (Daker) Madinah, M. Slamet, menyampaikan bahwa situasi seperti ini cukup sering terjadi, mengingat tingginya mobilitas jemaah dari berbagai hotel menuju lokasi pemberangkatan.
Saat meninjau langsung pergerakan jemaah di Sektor 5, Madinah, pada Senin (12/5), Slamet menegaskan bahwa jemaah tidak perlu merasa panik apabila mengalami kehilangan barang. Ia mengingatkan bahwa petugas haji Indonesia selalu siaga untuk memberikan bantuan.
Jika ada barang yang hilang atau tertinggal, jemaah dianjurkan untuk segera menghubungi petugas Linjam yang bertugas di sektor pemondokan. Di setiap sektor, terdapat dua petugas yang siap membantu.
Dalam melaporkan kejadian, Slamet mengimbau agar jemaah dapat memberikan informasi sejelas dan sedetail mungkin mengenai ciri-ciri barang yang hilang, serta kapan dan di mana terakhir kali barang itu terlihat. Petugas Linjam kemudian akan segera berkoordinasi dengan Daker Madinah maupun pihak-pihak terkait lainnya, termasuk petugas bandara apabila barang tersebut kemungkinan besar tertinggal saat kedatangan.
Slamet juga menambahkan bahwa jemaah sebaiknya tidak ragu untuk bertanya kepada petugas apabila memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tertentu. Semua petugas haji telah dibekali dengan tugas dan kapasitas untuk membantu mengatasi berbagai situasi, termasuk soal kehilangan barang.
Sebagai contoh, ia menceritakan penanganan kasus kursi roda yang tertinggal di bandara. Petugas Linjam Bandara akan mengirim barang tersebut ke Daker Madinah untuk didata dan dilacak asal embarkasinya, lalu diteruskan ke sektor terkait untuk dikembalikan kepada pemiliknya.
Jenis barang yang paling sering dilaporkan tertinggal antara lain koper, kursi, hingga telepon seluler. Karena itu, Slamet juga mengingatkan agar jemaah senantiasa menjaga barang pribadi dan tidak lupa membawa kartu identitas kemanapun mereka pergi. Identitas tersebut sangat membantu petugas jika sewaktu-waktu jemaah tersesat atau mengalami kesulitan kembali ke hotel.
Di akhir keterangannya, Slamet memastikan bahwa seluruh barang jemaah yang ditemukan akan diamankan dan diupayakan untuk dikembalikan kepada pemiliknya. Jika sampai akhir musim haji pemiliknya tidak ditemukan, barang-barang tersebut akan dibawa pulang ke Indonesia sebagai bentuk pertanggungjawaban.