Ustadz Adi Hidayat ( Foto: Screenshoot YouTube Adi Hidayat Official)
Terasmuslim.com - Topik mengenai akhir zaman kembali menjadi sorotan dalam berbagai kajian keagamaan, termasuk yang disampaikan oleh Ustadz Adi Hidayat (UAH). Dalam salah satu ceramah terbarunya, beliau mengangkat dua tanda besar dari hadis Nabi Muhammad SAW yang disebut telah mulai terlihat dalam kehidupan umat saat ini.
UAH menyampaikan bahwa umat perlu lebih peka terhadap tanda-tanda perubahan zaman yang semakin jelas. Ia menekankan bahwa kita saat ini hidup di era yang sangat berbeda dari masa lalu. “Tolong perhatikan baik-baik, sekarang zamannya sudah bergeser,” ujarnya dalam video yang tayang di kanal YouTube @JasnitraArahman, pada Jumat (9/5).
Tanda pertama yang dijelaskan UAH adalah percepatan waktu, sebagaimana disebut dalam hadis Nabi. Waktu terasa melaju begitu cepat: satu tahun seperti satu bulan, satu bulan seperti satu pekan, hingga satu hari terasa seperti hanya sesaat. Fenomena ini, kata UAH, sudah sangat terasa di era sekarang, di mana kesibukan dan teknologi membuat waktu berlalu tanpa disadari.
Tanda kedua yang dikutip UAH adalah kemudahan akses pasar atau "taqarubul aswaq". Jika dahulu orang harus berjalan atau menempuh perjalanan untuk berbelanja, kini segalanya dapat dilakukan dari rumah hanya lewat ponsel. Perubahan ini dianggap membawa kenyamanan, namun juga memunculkan tantangan sosial baru.
Kedua fenomena tersebut, menurut UAH, bukan hanya isyarat zaman yang berubah, tetapi juga mengindikasikan meningkatnya problematika sosial. Ia menyinggung bahwa beredarnya hoax, kebohongan publik, dan maraknya fitnah adalah efek domino dari tanda-tanda tersebut. Dunia maya menjadi ladang subur bagi informasi keliru yang menyulut perpecahan dan kesalahpahaman.
UAH mengajak umat untuk kembali memperkuat dua amalan utama guna menghadapi masa yang penuh fitnah ini: menjaga sholat dan memperbanyak dzikir. Ia menekankan bahwa shalat harus tetap ditegakkan dalam keadaan apapun karena merupakan pelindung utama seorang Muslim. Sementara itu, dzikir—terutama yang mengingatkan tentang kematian—menjadi sumber kekuatan batin yang mampu menenangkan jiwa dan memperkuat iman.
Ia juga memberi peringatan keras tentang bahayanya menyebarkan informasi tanpa memastikan kebenarannya. “Jangan asal menyebar berita. Pastikan sumbernya jelas. Bisa jadi itu bagian dari ujian akhir zaman,” tegasnya.
Mengakhiri pesannya, UAH berharap umat Islam bisa lebih berhati-hati dalam menggunakan waktu, mengontrol diri dari godaan dunia digital, dan tetap berada di jalan lurus dengan memperkuat ibadah. “Kalau dua tanda itu sudah nyata, maka jangan sampai lalai. Pegang teguh sholat dan dzikir. Itulah benteng kita,” pungkasnya.