Ilustrasi Haji (Foto: Ist)
Terasmuslim.com - Menjelang pelaksanaan ibadah haji 1446 H/2025 M, calon jemaah haji dari seluruh penjuru Indonesia mulai melakukan berbagai persiapan. Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang memerlukan kesiapan fisik, mental, dan spiritual. Pemerintah melalui Kementerian Agama juga telah menghimbau jemaah agar tidak hanya fokus pada aspek administrasi, tetapi juga memperhatikan beberapa hal penting lainnya demi kelancaran ibadah di Tanah Suci.
Kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi dan aktivitas ibadah yang padat menuntut calon jemaah memiliki fisik yang prima. Oleh karena itu, Kemenkes RI mewajibkan pemeriksaan kesehatan secara berkala bagi jemaah haji. Selain itu, vaksinasi seperti meningitis, influenza, dan COVID-19 juga menjadi syarat keberangkatan.
Tak hanya fisik, kesiapan mental juga penting. Jemaah dianjurkan memperkuat kesabaran dan emosi, mengingat kondisi di Tanah Suci bisa penuh tantangan, seperti antrean panjang, cuaca panas, hingga kelelahan.
Sebelum berangkat, jemaah diharapkan telah memahami tata cara pelaksanaan ibadah haji melalui kegiatan manasik yang digelar Kemenag atau lembaga penyelenggara haji. Kegiatan ini mencakup simulasi rukun haji, larangan selama ihram, dan panduan beribadah di tempat-tempat suci seperti Arafah, Mina, dan Muzdalifah.
Manasik juga menjadi wadah membangun kebersamaan antarjemaah dan pengenalan terhadap pembimbing atau ketua kloter (kelompok terbang).
Jemaah wajib memastikan semua dokumen penting seperti paspor, visa haji, kartu identitas, dan dokumen kesehatan telah lengkap dan tersimpan dengan aman. Calon haji juga disarankan membuat salinan cadangan dari setiap dokumen penting untuk mengantisipasi kehilangan.
Pengecekan koper, identitas bagasi, serta barang-barang yang dilarang dibawa ke pesawat juga harus diperhatikan sesuai dengan ketentuan maskapai dan otoritas Arab Saudi.
Lebih dari sekadar perjalanan fisik, haji adalah ibadah penuh makna spiritual. Calon jemaah dianjurkan memperbanyak ibadah, memperdalam ilmu agama, serta memperbaiki hubungan dengan sesama. Niat yang ikhlas dan sikap rendah hati akan menjadi bekal penting dalam menunaikan haji yang mabrur.
Selain itu, memperbanyak doa, istighfar, dan membaca Al-Qur’an sebelum keberangkatan akan menumbuhkan ketenangan hati dan kesiapan batin. Dengan melakukan persiapan yang matang, jemaah diharapkan dapat menunaikan ibadah dengan lancar, khusyuk, dan kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat serta membawa predikat haji mabrur.