• KEISLAMAN

Nasihat Rasulullah SAW Untuk Jaga Lisan dan Iman

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Selasa, 29/04/2025
Nasihat Rasulullah SAW Untuk Jaga Lisan dan Iman Ilustrasi (Foto: Pexels)

Terasmuslim.com - Dalam kehidupan sehari-hari, lisan adalah salah satu anggota tubuh yang paling sering digunakan. Dari berbicara, berkomentar, hingga menulis, hampir semua aktivitas manusia melibatkan kata-kata. Namun justru karena itulah, lisan menjadi salah satu sumber potensi dosa yang paling besar. 

Rasulullah SAW dengan bijaksana mengingatkan, "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim). Nasihat ini bukan sekadar anjuran moral, melainkan prinsip hidup yang menjaga kehormatan seorang Muslim.

Di era modern, khususnya di zaman media sosial seperti saat ini, menjaga lisan tidak hanya sebatas kata-kata yang terucap. Setiap komentar, unggahan, bahkan balasan pesan singkat juga merupakan perpanjangan dari lisan. Sayangnya, tidak sedikit orang yang terjerumus ke dalam dosa karena ketidak hati-hatian dalam bermedia. Perkataan kasar, fitnah, gosip, bahkan ujaran kebencian bisa tersebar hanya dalam hitungan detik. Akibatnya, bukan hanya hubungan sosial yang retak, tetapi juga merusak persatuan dan memperbesar permusuhan di tengah umat.

Islam menekankan betapa seriusnya urusan ucapan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur`an, "Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir." (QS. Qaf: 18). Ayat ini menunjukkan bahwa setiap kata, baik yang ringan maupun berat, semuanya tercatat dan kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah. Kesadaran ini seharusnya membuat setiap Muslim lebih berhati-hati sebelum berbicara atau menulis sesuatu.

Rasulullah SAW juga memberikan peringatan keras tentang bahaya lisan. Dalam hadits lain disebutkan, "Sesungguhnya seseorang berkata dengan suatu perkataan yang diridhai Allah tanpa ia sadari, lalu Allah mengangkat derajatnya. Dan sesungguhnya seseorang berkata dengan suatu perkataan yang dimurkai Allah tanpa ia sadari, lalu ia terjatuh ke dalam neraka Jahannam." (HR. Bukhari). Ini menunjukkan betapa ucapan yang terlihat sepele bisa membawa akibat yang sangat besar.

Maka, mulai hari ini, mari kita jadikan lisan kita sebagai sumber kebaikan, bukan keburukan. Jika berbicara membawa manfaat, ucapkanlah. Jika ragu, lebih baik diam. Menjaga lisan berarti menjaga iman. 

Dengan kata-kata yang baik, kita bisa menebar kedamaian, mempererat persaudaraan, dan mengokohkan keimanan kita di hadapan Allah SWT. Sebab, sejatinya kekuatan seorang Muslim bukan hanya terletak pada fisiknya, tetapi juga pada akhlaknya dan lisan adalah cerminan utama dari akhlak tersebut.