• KEISLAMAN

Adab di Kuburan, Ini Penjelasannya

Yahya Sukamdani | Senin, 28/04/2025
Adab di Kuburan, Ini Penjelasannya Ilustrasi kuburan

Terasmuslim.com - Ziarah kubur dalam Islam merupakan amalan yang dianjurkan, baik bagi laki-laki maupun perempuan, dengan tujuan mengingat kematian, mendoakan penghuni kubur, serta mengambil pelajaran tentang kehidupan akhirat. Rasulullah ﷺ bersabda:

"Dulu aku melarang kalian berziarah kubur, sekarang berziarahlah, karena sesungguhnya ia dapat mengingatkan kalian kepada kematian."
(HR. Muslim)

Namun, ziarah kubur memiliki adab dan tata cara tertentu agar sesuai dengan tuntunan syariat. Berikut penjelasan lengkapnya:

  1. Niat yang Ikhlas

Ziarah kubur harus diniatkan karena Allah untuk mengingat akhirat dan mendoakan si mayit, bukan untuk tujuan syirik seperti meminta pertolongan kepada penghuni kubur, atau sekadar tradisi sosial tanpa makna.
Dalam Islam, niat merupakan pokok utama dalam segala amal.

  1. Mengucapkan Salam Ketika Sampai di Kuburan

Ketika sampai di pemakaman, disunnahkan mengucapkan salam kepada para penghuni kubur sebagaimana yang diajarkan Nabi Muhammad ﷺ:

"Salam sejahtera atas kalian, wahai penghuni negeri kaum mukminin. Sesungguhnya kami insyaAllah akan menyusul kalian. Kami memohon keselamatan kepada Allah untuk kami dan untuk kalian."
(HR. Muslim)

Dalam bahasa Arab, bacaan salam itu adalah:

ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَإِنَّا إِن شَاءَ اللّٰهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ، نَسْأَلُ اللّٰهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ.

  1. Tidak Duduk atau Menginjak Kuburan

Adab besar dalam berziarah adalah menjaga kehormatan kuburan. Rasulullah ﷺ bersabda:

"Kalau salah seorang di antara kalian duduk di atas bara api hingga membakar pakaiannya dan menembus kulitnya, itu lebih baik baginya daripada duduk di atas kubur."
(HR. Muslim)

Maka, tidak boleh menginjak, duduk, atau merusak tanah kuburan.

  1. Mendoakan Penghuni Kubur

Ziarah bukan sekadar kunjungan biasa, tetapi untuk mendoakan si mayit. Di antara doa yang bisa dibaca:

  • Memohonkan ampunan (istighfar) untuk mayit.
  • Memohonkan rahmat dan kedudukan mulia di sisi Allah.
  • Doa umum seperti: "Ya Allah, ampunilah mereka, rahmatilah mereka, dan luaskanlah kuburnya."
  1. Tidak Melakukan Perbuatan Bid’ah

Adab penting lainnya adalah menjauhkan diri dari perbuatan bid`ah, seperti:

  • Membaca surat tertentu di kubur secara berjamaah tanpa dasar syar`i.
  • Menaburkan bunga atau air dengan keyakinan khusus.
  • Meminta kepada mayit (istighatsah) atau meyakini mayit bisa mengabulkan doa.

Semua ini bertentangan dengan prinsip tauhid.

  1. Berpakaian Sopan dan Menundukkan Pandangan

Ketika berziarah, dianjurkan berpakaian sopan dan menjaga adab, baik laki-laki maupun perempuan. Menjaga suasana khusyuk, tidak berbicara yang sia-sia, tertawa berlebihan, atau membuat keributan.

  1. Tidak Meratapi dan Menangisi Kuburan Secara Berlebihan

Islam melarang meratap (niyahah) di kuburan, seperti memukul-mukul dada, menangis keras, atau mengungkapkan kalimat putus asa. Rasulullah ﷺ bersabda:

"Bukan termasuk golongan kami orang yang memukul-mukul pipi, merobek baju, dan menyeru dengan seruan jahiliyah."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Menangis karena sedih tanpa meratap masih diperbolehkan.

  1. Ziarah Boleh Kapan Saja

Ziarah kubur tidak memiliki waktu khusus dalam Islam. Boleh dilakukan kapan saja, pagi atau sore. Namun banyak ulama menganjurkan ziarah pada hari Jumat karena hari itu adalah hari yang penuh keberkahan.

Ziarah kubur dalam Islam adalah ibadah yang mulia bila dilakukan dengan adab yang benar: dengan niat mengingat mati, mendoakan penghuni kubur, menjaga kehormatan makam, dan menjauh dari perbuatan syirik dan bid’ah.
Ziarah ini seharusnya menjadi momentum introspeksi diri, mengingatkan bahwa setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Allah.

 

Keywords :