• NEWS

Kemenag Raih Rekor MURI Gelar Manasik Hybrid Terbesar

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Minggu, 20/04/2025
Kemenag Raih Rekor MURI Gelar Manasik Hybrid Terbesar Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan materi dalam Bimbingan Manasik Haji Nasiona (Foto: kemenag)

Terasmuslim.com - Kementerian Agama Republik Indonesia mencatatkan sejarah baru dengan meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas pelaksanaan Bimbingan Manasik Haji Nasional secara hybrid offline dan online dengan jangkauan peserta terbesar.

Kegiatan ini berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, pada Sabtu (19/4) dan diikuti lebih dari 141 ribu peserta secara daring dari lebih 500 titik lokasi di seluruh Indonesia. Sementara itu, 1.500 jemaah hadir langsung di lokasi utama. Capaian luar biasa ini menunjukkan tingginya animo dan kesiapan calon jemaah haji Tanah Air.

Dalam arahannya, Menteri Agama menekankan pentingnya menjadikan manasik bukan hanya sebatas pemahaman fiqh, tapi juga sebagai proses spiritual yang mengubah jiwa.

“Tidak semua haji maqbul itu mabrur. Tapi setiap yang mabrur, pasti maqbul,” ujarnya penuh makna, mengingatkan bahwa haji bukan sekadar diterima secara syariat, tapi harus membawa perubahan moral dan sosial dalam kehidupan.

Tahun ini, pelaksanaan ibadah haji bertepatan dengan Haji Akbar, yakni wukuf di Arafah jatuh pada hari Jumat. Dalam tradisi Islam, momen ini diyakini memiliki keutamaan luar biasa, bahkan setara dengan 70 kali haji biasa.

Menag pun mengajak jemaah untuk memperbanyak doa, “Gunakan Haji Akbar ini untuk berdoa, tak hanya untuk diri sendiri, tapi juga bangsa dan seluruh umat manusia.”

Tokoh agama Prof. Nasaruddin Umar turut menyampaikan tausiyah penuh refleksi. Ia menyebut haji sebagai bagian dari misi kekhalifahan manusia di bumi, sebagaimana dikisahkan dalam Al-Baqarah ayat 30. Ia juga mengingatkan bahwa Allah mencintai dialog, sebuah prinsip yang mestinya dihidupkan oleh para haji sekembalinya dari Tanah Suci.

“Setelah haji, jangan takut berdialog. Itu tradisi Tuhan,” tuturnya.

Ia mengatakan kisah Ka`bah sebagai simbol pertobatan pertama umat manusia, yang sejatinya adalah cerminan dari Baitul Ma’mur di langit ketujuh. Tawaf menurutnya adalah bentuk peniruan spiritual terhadap gerakan malaikat, yang menggugurkan dosa dan mendekatkan diri pada pusat ilahi.

Hajar Aswad pun menjadi sorotan, yang awalnya putih bersih namun menghitam karena menyerap dosa-dosa manusia. Meski kini hanya tersisa tujuh serpihan seukuran kemiri akibat pernah dicuri, nilai simboliknya tetap utuh sebagai saksi tobat umat.

Ia juga menyinggung pemikiran sufi besar Ibnu Arabi, bahwa keutamaan 100.000 kali lipat pahala tak hanya terbatas di pelataran Ka`bah, tapi mencakup seluruh wilayah Tanah Haram.

Acara manasik ini dihadiri oleh berbagai pejabat tinggi negara dan tokoh penting, di antaranya Wakil Kepala BPKH Dahnil Anzar Simanjuntak, Dirjen PHU Hilman Latief, serta sejumlah direktur, staf ahli, dan mitra seperti Bank Syariah Indonesia.

Melalui bimbingan manasik berskala nasional ini, Kemenag berharap para jemaah haji Indonesia siap secara spiritual, intelektual, dan emosional—terutama dalam menyambut keberkahan momentum Haji Akbar yang penuh ampunan dan rahmat.