• KEISLAMAN

Tak Hanya Keburukan, Kebaikan Juga Punya Risiko

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Selasa, 01/04/2025
Tak Hanya Keburukan, Kebaikan Juga Punya Risiko Ilustrasi (Foto: Ist)

Terasmuslim.com - Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang memahami bahwa setiap perbuatan buruk pasti membawa konsekuensi negatif. Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa kebaikan pun memiliki resiko nya sendiri. Kebaikan yang dilakukan seseorang tidak selalu berbuah manis di mata semua orang, bahkan bisa mendatangkan ujian dan tantangan.

Seorang ulama terkemuka, Buya Yahya, pernah mengingatkan bahwa berbuat baik tidak berarti akan selalu mendapat balasan yang baik dari manusia. “Kadang kita berbuat baik, tapi justru disalahpahami, dicurigai, bahkan dibenci. Namun, itu tidak boleh menghentikan kita untuk tetap berbuat baik,” ujar Buya Yahya dalam sebuah ceramahnya.

Salah satu risiko dari berbuat baik adalah disalahartikan oleh orang lain. Terkadang, niat tulus seseorang justru dianggap memiliki maksud tertentu. Misalnya, membantu orang lain bisa dianggap sebagai cara untuk mencari pujian atau kepentingan pribadi.

Selain itu, kebaikan juga bisa mendatangkan iri dan dengki. Ketika seseorang sering membantu sesama, ada saja orang yang merasa tersaingi atau tidak suka melihat kebaikan tersebut. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT bahkan telah mengingatkan tentang adanya orang-orang yang tidak senang dengan kebaikan yang dilakukan oleh orang lain.

Tak hanya itu, ujian dalam berbuat baik juga datang dari diri sendiri. Terkadang, seseorang merasa kecewa ketika kebaikannya tidak dihargai atau tidak mendapatkan balasan yang setimpal. Padahal, dalam Islam, kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas tidak perlu mengharapkan balasan dari manusia, melainkan cukup berharap ridha dari Allah SWT.

Namun, meskipun kebaikan memiliki risikonya, bukan berarti seseorang harus berhenti berbuat baik. Justru, ujian dalam kebaikan adalah bagian dari proses untuk meningkatkan keikhlasan. Nabi Muhammad SAW sendiri telah menghadapi banyak ujian dan fitnah meskipun beliau adalah manusia paling mulia dan selalu berbuat baik.

Oleh karena itu, jangan takut untuk terus berbuat baik. Sebab, meskipun ada risiko, pahala dan keberkahan dari Allah SWT jauh lebih besar. Kebaikan yang dilakukan dengan tulus akan selalu bernilai di sisi-Nya, meski di dunia ini sering kali tidak selalu dihargai oleh manusia.