Ilustrasi (Foto: mommiesdaily)
Terasmuslim.com - Berbakti kepada orangtua merupakan kewajiban utama seorang anak dalam Islam. Allah SWT telah menegaskan dalam firman-Nya bahwa berbuat baik kepada kedua orangtua memiliki kedudukan yang mulia:
قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ ۖ أَلَّا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا
Artinya: "Katakanlah: ‘Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu, yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, dan berbuat baiklah terhadap kedua orang tua.’" (QS. Al-An’am: 151)
Rasulullah SAW juga sangat menekankan pentingnya berbakti kepada orangtua. Bahkan, beliau mengingatkan ancaman bagi anak yang durhaka, terutama ketika orangtuanya telah memasuki usia senja.
Namun, di era modern ini, kesibukan dalam bekerja dan mengurus keluarga sering membuat anak tidak mampu merawat orangtuanya secara langsung. Akibatnya, banyak yang memilih menitipkan mereka di panti jompo.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Bakrah, Rasulullah SAW bersabda:
"Maukah aku beritahukan kepada kalian dosa-dosa yang paling besar?" Beliau mengulanginya hingga tiga kali. Para sahabat menjawab: `Iya, wahai Rasulullah.` Lalu beliau bersabda: `Menyekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orangtua.` Kemudian beliau duduk dan melanjutkan: `Ketahuilah! Juga persaksian palsu.` Beliau terus mengulanginya hingga kami berharap beliau berhenti." (HR. Bukhari & Muslim)
Berdasarkan hadis ini, para ulama menyimpulkan bahwa menitipkan orangtua ke panti jompo tidak dianjurkan dalam Islam, kecuali dalam kondisi tertentu yang tidak dapat dihindari. Jika orangtua sendiri yang menginginkan dan memberikan izin dengan lapang dada, maka hal tersebut bisa diperbolehkan. Namun, jika mereka terpaksa karena perlakuan buruk anaknya, maka ini termasuk bentuk kedurhakaan.
Dalam ajaran Islam, konsep keluarga sangat dijunjung tinggi. Secara tradisional, umat Islam mengutamakan sistem keluarga besar (a’ilah), di mana anggota keluarga saling menjaga dan mendukung satu sama lain. Budaya merawat orangtua di rumah sudah menjadi bagian dari nilai-nilai Islam.
Namun, seiring perkembangan zaman, banyak orang yang terjebak dalam kesibukan duniawi, sehingga mengabaikan kewajiban mereka terhadap orangtua. Padahal, berbakti kepada mereka membawa keberkahan dan kemudahan dalam hidup, sebagaimana firman Allah SWT:
وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حُسْنًا
Artinya: "Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu bapaknya." (QS. Al-Ankabut: 8)
Tidak ada dalil yang secara spesifik membolehkan menitipkan orangtua di panti jompo. Sebaliknya, Islam mengajarkan bahwa memuliakan orangtua adalah jalan menuju ridha Allah. Doa dan restu mereka dapat menjadi kunci kesuksesan di dunia maupun akhirat.
Sebagai seorang anak, sudah selayaknya kita membalas jasa orangtua yang telah membesarkan dan mendidik kita dengan penuh kasih sayang. Mengabaikan mereka di usia senja bukan hanya tindakan yang tidak beradab, tetapi juga bertentangan dengan ajaran Islam.
Buya Yahya pernah berpesan:
"Rawatlah ibumu apa pun kondisinya, karena dalam satu hati yang berbakti, banyak keberkahan yang akan datang kepadamu."
Pesan ini mengingatkan kita bahwa merawat orangtua bukan sekadar tanggung jawab, tetapi juga ladang pahala yang mendatangkan keberkahan dalam hidup. Sebagai anak, kita harus selalu mengutamakan kebahagiaan mereka, bukan sekadar mencari kenyamanan bagi diri sendiri.