• NEWS

BARQ Kecam Genosida Israel dan Desak Sanksi Internasional

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Jum'at, 28/03/2025
BARQ Kecam Genosida Israel dan Desak Sanksi Internasional Ilustrasi tulisan pada aksi demo di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat (Foto: Ist)

Terasmuslim.com - Barisan Aksi Resistensi Al-Aqsha (BARQ) kembali mengadakan aksi menyuarakan dukungan untuk Palestina pada Jumat (28/3). di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Dalam aksi yang bertajuk Solidaritas Yaumul Quds 2025, merupakan bentuk kepedulian umat Islam Indonesia dan seluruh rakyat yang cinta keadilan terhadap penderitaan berkepanjangan Palestina, terutama di Gaza dan Tepi Barat.

“Kami warga Indonesia akan selalu mendukung Palestina, bahwa ini bukan hanya sekedar isu yang sedang terjadi di Timur Tengah, akan tetapi juga ujian kemanusiaan dunia saat ini”, kata Umar Shahab saat melakukan orasi.

Satu persatu orang mulai bergantian naik ke atas truk untuk membacakan orasi pada aksi yang dimulai sejak jam 14:00 WIB. Lebih lanjut, pada puncak aksi Ahmad Hidayat salah satu anggota komunitas BARQ membacakan 8 butir pernyataan sikap yang disusun oleh Presidium BARQ sebagai koordinator aksi solidaritas tersebut. Berikut pernyataan sikap menyoroti kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh Israel:

  1. Mengecam keras seluruh bentuk penjajahan, agresi militer, dan pelanggaran HAM yang dilakukan rezim Zionis Israel, serta menyebut kejahatan tersebut sebagai genosida yang terstruktur dan sistematis.
  2. Menuntut dihentikannya segera blokade total atas Gaza, yang selama 17 tahun telah menjadikan wilayah tersebut penjara terbuka terbesar di dunia, menyebabkan kelaparan massal, krisis medis, dan penderitaan anak-anak serta perempuan Palestina.
  3. Menyambut baik vonis Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) terhadap Benjamin Netanyahu sebagai penjahat perang dan menegaskan agar semua pelaku kejahatan perang lainnya turut diadili di hadapan hukum internasional.
  4. Mengajak masyarakat internasional untuk memperluas gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) terhadap semua perusahaan, lembaga, dan entitas yang menopang penjajahan Israel.
  5. Mengutuk hipokrisi negara-negara Barat yang menerapkan standar ganda dalam isu hak asasi manusia, sembari tetap mendukung agresi Israel dengan veto, bantuan senjata, dan dukungan ekonomi.
  6. Mendukung penuh perjuangan sah rakyat Palestina untuk membebaskan tanah air mereka dari pendudukan, menegaskan bahwa perlawanan Palestina adalah hak eksistensial yang sah.
  7. Mendesak PBB, OKI, dan komunitas internasional agar segera memberikan keanggotaan penuh bagi Palestina serta menjatuhkan sanksi ekonomi dan diplomatik kepada Israel.
  8. Menyatakan dukungan penuh kepada Pemerintah Indonesia atas konsistensinya dalam membela hak-hak rakyat Palestina sebagai bagian dari amanah konstitusi untuk menentang segala bentuk penjajahan di atas dunia.

Aksi Solidaritas Yaumul Quds menegaskan bahwa perjuangan untuk Palestina tidak akan surut, dan dukungan terhadap rakyatnya bukan sekadar seruan kosong. Para demonstran mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk terus berperan aktif dengan memboikot produk yang mendukung penjajahan, meningkatkan kesadaran publik, serta mendorong pemerintah mengambil langkah diplomatik yang lebih berani dan tegas.

Kemudian aksi ini ada juga di beberapa kota besar yang ada di Indonesia, seperti Surabaya, Semarang, Pemalang, Bandung, Samarinda,Balikpapan,Tenggarong,Palembang, Lampung,Pontianak, Banjarmasin, Mataram dan Majene. Massa menggemakan suara pembebasan Palestina dan kecaman keras terhadap agresi ataupun penjajahan yang dilakukan oleh rezim Zionis Israel.