Ilustrasi Abu Bakar dan Umar (Foto: Sindonews)
Terasmuslim.com - Dalam sejarah Islam, kisah persaingan dalam kebaikan antara Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab menjadi inspirasi bagi banyak umat Muslim. Kedua sahabat utama Rasulullah SAW ini selalu berlomba-lomba dalam beramal, terutama dalam membantu perjuangan Islam dan Rasulullah.
Salah satu kisah yang terkenal adalah saat Rasulullah SAW meminta kaum Muslimin untuk menyumbangkan hartanya demi kepentingan jihad fi sabilillah. Umar bin Khattab yang dikenal sebagai sosok tegas dan dermawan ingin menunjukkan pengorbanannya yang besar kepada agama. Ia membawa separuh dari hartanya dan menyerahkannya kepada Rasulullah SAW.
Dengan penuh kebanggaan, Umar berkata, "Hari ini, aku akan mengungguli Abu Bakar dalam kebaikan." Namun, tak lama kemudian, Abu Bakar datang dengan membawa seluruh hartanya. Rasulullah SAW pun bertanya kepadanya, "Apa yang engkau tinggalkan untuk keluargamu, wahai Abu Bakar?" Dengan penuh keyakinan, ia menjawab, "Aku meninggalkan Allah dan Rasul-Nya untuk mereka."
Melihat hal itu, Umar bin Khattab pun mengakui keutamaan Abu Bakar dan berkata, "Aku tidak akan pernah bisa mengunggulimu dalam kebaikan, wahai Abu Bakar."
Kisah ini menjadi bukti nyata keteladanan dan semangat persaingan dalam kebaikan yang diajarkan dalam Islam. Abu Bakar dan Umar bukan hanya sahabat dekat Rasulullah, tetapi juga teladan dalam pengorbanan dan kepedulian terhadap perjuangan agama. Mereka mengajarkan bahwa harta bukanlah tujuan utama, melainkan alat untuk meraih ridha Allah.
Semangat berlomba dalam kebaikan seperti yang dicontohkan Abu Bakar dan Umar seharusnya menjadi inspirasi bagi umat Islam dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya dalam bentuk harta, tetapi juga dalam bentuk tenaga, ilmu, dan kebaikan lainnya demi kemajuan Islam dan kesejahteraan umat manusia.