• KEISLAMAN

Larangan Wanita Haid Puasa Ramadan

Yahya Sukamdani | Sabtu, 01/03/2025
Larangan Wanita Haid Puasa Ramadan Ilustrasi seorang wanita Muslim yang sedang beristirahat dengan tenang di rumahnya selama menstruasi

Teras muslim.com - Dalam Islam, wanita yang sedang haid atau nifas tidak diperbolehkan berpuasa selama bulan Ramadan. Ini bukan sebuah dosa, melainkan keringanan (rukhshah) dari Allah SWT untuk mereka.

Dalil Larangan Puasa bagi Wanita Haid

  1. Hadits dari Aisyah radhiyallahu `anha, beliau berkata:
    "Kami dahulu mengalami haid di masa Rasulullah ﷺ, lalu kami diperintahkan untuk mengqadha (mengganti) puasa, namun tidak diperintahkan untuk mengqadha shalat."
    (HR. Bukhari & Muslim)
  2. Dalam QS. Al-Baqarah (2:222), Allah berfirman:
    “Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: `Itu adalah sesuatu yang kotor.` Maka jauhilah (tidak melakukan hubungan) dengan istri saat haid dan jangan mendekati mereka sampai mereka suci.”
    ➜ Ini menunjukkan bahwa haid adalah kondisi khusus di mana wanita diberikan keringanan dalam ibadah tertentu.

Apa yang Harus Dilakukan Wanita Haid di Bulan Ramadan?

Meskipun tidak bisa berpuasa, wanita haid tetap bisa mengisi Ramadan dengan ibadah lain, seperti:

-  Mendengarkan atau membaca tafsir Al-Qur’an (tanpa menyentuh mushaf langsung).
-  Dzikir dan doa, termasuk doa di waktu mustajab seperti sebelum berbuka.
-  Bersedekah kepada orang yang membutuhkan.
-  Mendengarkan kajian Islam atau menambah ilmu agama.
-  Membantu menyiapkan makanan untuk berbuka dan sahur sebagai amal kebaikan.

Mengganti Puasa Setelah Ramadan

  • Puasa yang ditinggalkan karena haid harus diqadha (diganti) setelah Ramadan.
  • Tidak wajib mengganti shalat yang ditinggalkan saat haid, sesuai hadits Aisyah r.a.
  • Waktu mengganti puasa bisa kapan saja sebelum Ramadan berikutnya, tapi lebih baik segera dilakukan.

Tetap bisa beribadah dengan cara lain, seperti dzikir, doa, dan sedekah.