• SOSOK

Asiyah Istri Fir`aun, Wanita Mulia yang Beriman

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Kamis, 06/02/2025
Asiyah Istri Fir`aun, Wanita Mulia yang Beriman Ilustrasi Asiyah binti Muzahim (Foto: Bincang Muslimah)

Terasmuslim.com - Dalam sejarah Islam, terdapat banyak tokoh yang dikenal karena keteguhan iman dan ketulusan hati mereka dalam beribadah kepada Allah. Salah satu sosok perempuan mulia yang namanya diabadikan dalam Al-Qur`an adalah Asiyah binti Muzahim, istri Fir`aun

Meskipun hidup dalam kemewahan istana Mesir, Asiyah dikenal sebagai seorang wanita beriman yang menolak kesesatan suaminya dan memilih jalan kebenaran.

Dalam Al-Qur`an, Asiyah disebut sebagai wanita yang berperan penting dalam kehidupan Nabi Musa. Ketika bayi Musa dihanyutkan ke Sungai Nil oleh ibunya untuk menyelamatkannya dari pembantaian Fir`aun, Asiyah-lah yang menemukannya dan membujuk Fir`aun agar mengadopsi bayi tersebut sebagai anak angkat.

Allah mengabadikan peristiwa ini dalam surah Al-Qasas ayat 9:

"Dan berkatalah istri Fir`aun, ‘(Dia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfaat bagi kita atau kita jadikan dia anak.’"

Dengan kasih sayangnya, Asiyah merawat Musa kecil di istana Fir`aun hingga akhirnya Nabi Musa tumbuh dewasa dan diangkat sebagai rasul oleh Allah.

Meskipun hidup sebagai ratu di istana Fir`aun yang penuh dengan kekayaan dan kemewahan, Asiyah tidak silau dengan duniawi. Ketika ia mengetahui kebenaran ajaran Nabi Musa, ia beriman kepada Allah dan menolak mengakui suaminya sebagai tuhan.

Keimanan Asiyah ini membuatnya harus menghadapi penyiksaan kejam dari Fir`aun. Dalam hadis riwayat Imam Ahmad, diceritakan bahwa Fir`aun menyiksa Asiyah dengan berbagai cara, bahkan menyuruh tentaranya untuk menelantarkannya di bawah terik matahari dengan tangan dan kaki terikat. Namun, di tengah penderitaannya, Asiyah tetap berpegang teguh pada imannya dan berdoa kepada Allah:

"Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu di surga dan selamatkanlah aku dari Fir`aun dan perbuatannya, serta selamatkanlah aku dari kaum yang zalim." (QS. At-Tahrim: 11)

Allah pun mengabulkan doanya dengan menunjukkan tempatnya di surga sebelum ia meninggal dalam penyiksaan Fir`aun.

Asiyah binti Muzahim adalah contoh wanita beriman yang lebih memilih kebahagiaan abadi di akhirat dibandingkan kemewahan dunia. Namanya diabadikan dalam Al-Qur`an sebagai salah satu wanita terbaik sepanjang sejarah, bersama dengan Maryam, ibu Nabi Isa.