Ilustrasi (foto:pinterest)
Terasmuslim.com - Dalam ajaran Islam, manusia memiliki hubungan yang bertingkat atau bergradasi dengan Allah SWT. Konsep ini menunjukkan bahwa setiap individu memiliki kapasitas spiritual yang berbeda dalam mendekatkan diri kepada-Nya. Salah satu bentuk manifestasi hubungan ini adalah melalui cahaya, di mana Nabi Muhammad SAW diyakini sebagai pancaran cahaya Ilahi yang membawa petunjuk bagi umat manusia.
Manusia memiliki hubungan yang bertingkat atau bergradasi dengan Allah SWT. Konsep ini menunjukkan bahwa setiap individu memiliki kapasitas spiritual yang berbeda dalam mendekatkan diri kepada Nya, salah satu bentuk kasih sayang Tuhan kepada makhluk nya ialah dengan mengemanansi dengan bentuk cahaya (Nabi Muhammad SAW), agar manusia dapat melihat Allah SWT dalam bentuk yang nyata dan sebagai petunjuk untuk umat manusia.
Konsep ini dapat dipahami dengan beberapa tingkatan atau levelnya mulai dari Tingkatan awam, yang merupakan kelompok awam dalam mengenal Allah SWT melalui ibadah dan syariat dasar seperti shalat, puasa, zakat dan haji.
Kemudian ada Tingkatan Khusus yang ditempati oleh orang-orang yang lebih memahami makna ibadah dan berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memperbanyak amal sunnah dan dzikir. tingkatan selanjutnya ada yaitu Auliya atau Kekasih Tuhan, individu ini telah mencapai maqam yang paling tinggi dalam spiritualitas dengan hati mereka yang selalu terpaut kepada Sang Pencipta.
Tingkatan terakhir atau puncak tertinggi dari hubungan dengan Allah SWT adalah kenabian, dimana seorang yang diutus oleh Tuhan mendapatkan wahyu dan bimbingan langsung dari Nya.
Dalam banyak riwayat sudah banyak yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah Cahaya yang menjadi petunjuk bagi seluruh makhluk yang ada di alam semesta ini. Beberapa dalil yang mendukung konsep ini telah disebutkan dalam Al-Quran, tepatnya di surat Al-Maidah ayat 15.
Cahaya ini bukan hanya bersifat fisik, tetapi juga metafisik, dalam arti bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan perwujudan dari bimbingan Ilahi yang menyinari kegelapan dunia dengan wahyu dan akhlak yang mulia.