Ilustrasi (Foto: Sindonews)
Terasmuslim.com - Dalam ajaran Islam, kekufuran merupakan suatu konsep yang sangat penting untuk dipahami, karena berkaitan dengan keimanan seseorang kepada Allah SWT. Secara bahasa, kufur berarti menutupi atau mengingkari, sedangkan dalam konteks agama Islam, kekufuran merujuk kepada tindakan atau keyakinan yang bertentangan dengan ajaran Islam dan menolak kebenaran yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.
Sedangkan dalam konteks agama Islam kekufuran merujuk pada tindakan dan keyakinan yang bertentangan dengan ajaran dan menolak kebenaran yang telah ditetapkan Allah SWT. Para ulama membagi kekufuran menjadi dalam beberapa tingkatan yang berbeda, tentu semua itu berdasarkan dalil Al-Qu`ran dan Hadist.
Pertama menurut ulama kufur akbar atau kekufuran besar ini menunjukkan seseorang dari Islam yang telah dianggap murtad dan tidak lagi termasuk dalam golongan kaum muslimin. Seperti mendustakan Allah SWT, menolak dan menyombongkan diri, kemunafikan dan keraguan terhadap kebenaran.
Yang kedua ada kufur asghar atau kufur kecil yang tidak sampai seseorang keluar dari Islam dan tetap menjadi dosa besar. Seperti seorang yang bersumpah kepada selain Nya dan yang tidak pernah mensyukuri nikmat yang diberikan Allah SWT, sebagaimana telah disebutkan dalam Al-Qu`ran surat Ibrahim: 7.
Kekufuran pasti ada dampak dan bahaya yang besar terhadap kehidupan dunia dan akhirat seseorang yang memiliki beberapa konsekuensinya, salah satunya terhapus semua amal kebaikan yang pernah dilakukan dan ancaman siksa yang pedih di akhirat kelak, sebagaimana telah disebutkan dalam Al-Qu`ran.
Sebaliknya, Islam selalu mengajarkan umatnya untuk senantiasa memperkuat iman dan menjauhi segala bentuk kekufuran dengan berdoa, bertakwa dan memperdalam ilmu agama untuk menghindari. Karena Allah SWT sangat membenci manusia yang melakukan kekufuran yang besar maupun kecil.