• SOSOK

Dewi Sartika, Pejuang Pendidikan Perempuan

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Kamis, 16/01/2025
Dewi Sartika, Pejuang Pendidikan Perempuan Ilustrasi Dewi Sartika (Foto: Kompas)

Terasmuslim.com - Dewi Sartika, seorang tokoh pahlawan nasional Indonesia, merupakan salah satu pelopor pendidikan bagi perempuan di tanah air. Lahir pada 4 Desember 1884 di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Dewi Sartika tidak hanya dikenal karena kontribusinya di bidang pendidikan, tetapi juga karena kegigihannya memperjuangkan hak-hak perempuan pada masanya.

Sebagai seorang Muslimah yang taat, Dewi Sartika mendapatkan pendidikan agama dan nilai-nilai moral sejak kecil dari keluarganya. Ayahnya, Raden Somanagara, adalah seorang pemimpin progresif yang mendukung pendidikan modern, sementara ibunya, Raden Ayu Rajapermas, mendidik Dewi Sartika dengan tradisi Sunda dan nilai-nilai Islam. Lingkungan keluarga ini membentuk kepribadian Dewi Sartika sebagai perempuan yang cerdas, mandiri, dan peduli terhadap sesama.

Pada masa penjajahan Belanda, akses perempuan terhadap pendidikan sangat terbatas. Melihat kondisi ini, Dewi Sartika merasa terpanggil untuk memberikan kesempatan bagi perempuan agar dapat mengenyam pendidikan. Pada tahun 1904, ia mendirikan sekolah pertama khusus untuk perempuan bernama Sekolah Isteri di Pendopo Kabupaten Bandung. Sekolah ini kemudian berkembang menjadi Sekolah Kaoetamaan Isteri pada tahun 1910 dan akhirnya dikenal sebagai Sekolah Raden Dewi.

Di sekolah ini, Dewi Sartika mengajarkan berbagai keterampilan, mulai dari membaca, menulis, berhitung, hingga keterampilan praktis seperti menjahit, memasak, dan tata krama. Semua pelajaran ini diberikan dengan tujuan memberdayakan perempuan agar mampu mandiri dan berkontribusi dalam keluarga maupun masyarakat.

Perjuangan Dewi Sartika dalam memajukan pendidikan perempuan tidaklah mudah. Ia harus menghadapi berbagai tantangan, termasuk penolakan dari sebagian masyarakat yang masih memegang kuat tradisi patriarki. Namun, kegigihannya berhasil menginspirasi banyak pihak, sehingga model pendidikan yang ia gagas menyebar ke berbagai daerah di Jawa Barat.

Dewi Sartika juga dikenal sebagai sosok yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islam dalam perjuangannya. Ia percaya bahwa pendidikan adalah jalan untuk mengangkat martabat manusia, sesuai dengan ajaran agama Islam. Melalui pendidikan, ia berharap perempuan dapat lebih memahami hak dan kewajibannya serta menjadi pribadi yang lebih baik.

Atas jasa-jasanya, pemerintah Indonesia menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Dewi Sartika pada tahun 1966. Hingga kini, namanya tetap dikenang sebagai simbol perjuangan pendidikan dan emansipasi perempuan. Dewi Sartika telah meninggalkan warisan berharga bagi bangsa Indonesia, khususnya bagi kaum perempuan yang terus memperjuangkan kesetaraan dan kemajuan.

Dewi Sartika wafat pada 11 September 1947 di Tasikmalaya, Jawa Barat. Meskipun ia telah tiada, semangat perjuangannya tetap hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus belajar, berjuang, dan berkarya demi masa depan yang lebih baik.