Ilustrasi Salman Al-Farisi pergi untuk bertemu sang Nabi (Foto: Ist)
Terasmuslim.com - Salman Al-Farisi adalah seorang pemuda asal Isfahan Persia, sejak kecil ia dibesarkan dalam agama Majusi dan bertugas sebagai penjaga api. Namun, takdir membawanya ke jalan yang berbeda, hingga suatu hari ia melihat sekelompok Nasrani yang sedang beribadah di gereja.
Ia merasa agama mereka lebih baik dibandingkan agama Majusi yang dianutnya, rasa penasaran itu membawanya untuk mempelajari agama tersebut lebih dalam. Kemudian Salman melanjutkan perjalanannya ke Syam yang dikenal sebagai pusat dari ajaran agama Nasrani pada masa itu dan belajar dengan seorang pendeta.
Setelah beberapa tahun belajar disana, pendeta itu wafat dan ia melanjutkan belajar ke berbagai kota lain, seperti dari Mosul, Nisibis dan Amuria untuk mencari jawaban atas kegelisahan hatinya. Suatu hari pendeta tua Amuria memberinya pesan:
“wahai anakku, telah tiba masanya dan sudah diutus seorang nabi dengan risalah Ibrahim, dia akan hijrah ke suatu tempat yang ditumbuhi pohon kurma dan diantaranya 2 batu hitam, carilah dia. Ciri-cirinya dia tidak akan menerima sedekah tetapi menerima hadiah dan di pundaknya ada tanda kenabian.”
Setelah menerima wasiat dari sang guru, Salman merasa hatinya semakin yakin dan tanpa ragu memulai perjalanan panjangnya dan ketika melihat kafilah Bani Kalb dari arab lewat ia berkata: “wahai tuan, jika kalian bisa membawaku ke negeri Arab, aku akan memberikan sapi serta semua hartaku.”
Kafilah itu mempersilahkan Salman untuk ikut bersamanya, tetapi saat di tengah perjalanan para pedagang mengkhianatinya. Mereka menjualnya sebagai budak dan seorang yahudi dari bani Quraizhah, membelinya dan membawanya ke Yastrib, yang kelak akan dikenal sebagai Madinah.
Kemudian Salman sampai disana, ia menemukan pohon yang diwasiatkan pendeta kepadanya. Kemudian tetap melanjutkan pekerjaannya sebagai budak. Setelah beberapa hari, kota itu dihebohkan dengan seseorang yang mengaku sebagai Nabi.
Salman langsung bergegas ke Quba dengan membawa beberapa makanan, dan sesampainya disana, salman langsung menemui Nabi dan para sahabat nabi. dan langsung memberikan hadiah untuknya. Tetapi, Nabi tidak ingin memakannya dan memberikan untuk para sahabatnya makan.
Keesokan harinya Salman memberikan hadiah kepada Nabi Muhammad SAW, lalu beliau memakannya. Ini membuat Salman semakin yakin dengan tanda kenabian. Sampai tiba saat di waktu Nabi Muhammad SAW pergi ke Baqi, Salman mengikutinya dan sengaja berdiri di belakang Nabi, Rasulullah yang mengetahui maksudnya, langsung sengaja menurunkan sorban yang ia pakai. Ketika melihat tanda itu Salman memeluk dan menangis dihadapan Nabi Muhammad SAW.