Ilustasi (Foto: istockphoto)
Terasmuslim.com - Perbedaan dan persamaan antara Nabi dan Rasul telah banyak diperbincangkan dan menjadi topik menarik dalam agama Islam. Dalam pandangan Islam, Nabi dan Rasul merupakan dua istilah yang sering disebut bersamaan, tetapi memiliki fungsi dan peran yang berbeda untuk menyampaikan wahyu dari Allah SWT untuk manusia.
Nabi adalah seseorang yang dipilih oleh Allah untuk menerima wahyu dan menjalankannya sebagai petunjuk bagi dirinya sendiri atau kaumnya. Nabi biasanya meneruskan ajaran yang telah dibawa oleh rasul sebelumnya tanpa membawa syariat baru.
Rasul, di sisi lain, adalah seorang utusan Allah yang diberikan wahyu dan tugas untuk menyampaikan ajaran baru kepada umat manusia. Rasul membawa syariat atau hukum baru yang menjadi pedoman bagi umatnya.
Baik nabi maupun rasul dipilih oleh Allah dari kalangan manusia untuk menyampaikan petunjuk-Nya. Keduanya memiliki kedudukan mulia dalam agama Islam. Nabi maupun Rasul menerima wahyu dari Allah. Namun, fungsi wahyu tersebut berbeda sesuai dengan tugas masing-masing, kemudian sama-sama berperan sebagai tauladan dalam keimanan, akhlak dan ketaatan kepada Allah SWT untuk mereka
Nabi dan rasul memiliki persamaan dalam hal tugas sebagai utusan Allah, tetapi berbeda dalam lingkup tugas dan tanggung jawab. Rasul membawa syariat baru, sedangkan nabi melanjutkan ajaran yang sudah ada. Pemahaman tentang keduanya membantu umat Islam menghargai peran besar yang mereka mainkan dalam menyampaikan risalah Ilahi kepada umat manusia.