Ilustrasi tampak depan makam Sunan Ampel yang berada di kota Surabaya (Foto: ANTARA)
Terasmuslim.com - Sunan Ampel salah satu tokoh penting dalam sejarah Islam di Nusantara. Beliau sangat berjasa dalam menyebarkan agama Islam di pulau jawa pada Abad ke-15. Nama asli Sunan Ampel adalah Raden Rahmat, lahir di Champa, wilayah yang kini menjadi negara Vietnam
Raden Rahmat putra dari seorang ulama besar bernama Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik). Ibunya seorang putri dari kerajaan Champa. Dengan latar belakang keluarga seperti itu, Sunan Ampel mempunyai pendidikan agama yang dalam sejak usia muda. Perjalanan hidupnya membawanya ke tanah Jawa atas undangan raja Majapahit kala itu.
Setibanya di tanah Jawa, Sunan Ampel menetap di wilayah yang kini dikenal sebagai Ampel, Surabaya. Beliau mendirikan pesantren untuk menjadikan pusat dakwah Islam, ilmu agama, pertanian, perdagangan dan tata kelola masyarakat. Pesantren ini menjadi salah satu institusi tertua di Indonesia.
Sunan Ampel dikenal dengan pendekatan dakwah yang bijaksana dan damai. Beliau mengajarkan Islam melalui akulturasi budaya, sehingga nilai-nilai Islam dapat diterima oleh masyarakat yang masih menganut kepercayaan Hindu-Buddha. Salah satu ajaran terkenal dari beliau adalah konsep "Moh Limo," yaitu larangan melakukan lima perbuatan buruk: madat (narkoba), main (judi), maling (mencuri), madon (zina), dan minum (mabuk). Ajaran ini disampaikan dengan cara yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh masyarakat.
Selain itu, Sunan Ampel juga memperkenalkan tradisi-tradisi baru yang selaras dengan ajaran Islam, seperti upacara selamatan yang mengandung doa dan syukur kepada Allah. Tradisi ini kemudian menjadi bagian dari budaya masyarakat Jawa hingga saat ini. Beliau juga menggunakan seni dan sastra sebagai sarana dakwah, menciptakan puisi dan lagu bernuansa Islami yang tetap mengakar pada budaya lokal.
Sunan Ampel turut berperan dalam membangun masyarakat yang harmonis. Beliau aktif dalam menyelesaikan konflik antar kelompok dan mempersatukan masyarakat melalui ajaran Islam. Pengaruhnya yang besar membuat beliau dihormati oleh berbagai kalangan, termasuk para penguasa lokal. Beliau juga dikenal sebagai penasihat penting bagi kerajaan Majapahit dalam masa-masa peralihan menuju runtuhnya kerajaan tersebut.
Para murid Sunan Ampel kemudian menjadi tokoh-tokoh penting dalam penyebaran Islam di berbagai wilayah di Nusantara. Beberapa di antaranya adalah Sunan Giri dan Sunan Bonang, yang melanjutkan dakwah dengan membangun pesantren dan menyebarkan ajaran Islam lebih jauh. Jaringan dakwah yang dibangun oleh Sunan Ampel dan murid-muridnya menjadi fondasi kuat bagi perkembangan Islam di Indonesia.
Hingga kini, makam Sunan Ampel yang terletak di Surabaya menjadi salah satu tujuan ziarah umat Islam. Banyak orang datang untuk mengenang jasa-jasanya dan memanjatkan doa. Kawasan makam ini juga menjadi pusat kegiatan keagamaan dan budaya yang menarik wisatawan lokal maupun internasional. Di sekitar makam, terdapat masjid tua yang masih berdiri kokoh sebagai saksi bisu perjuangan dakwah Sunan Ampel.
Sunan Ampel tidak hanya meninggalkan warisan berupa penyebaran Islam, tetapi juga nilai-nilai toleransi, kebijaksanaan, dan keberanian yang relevan hingga saat ini. Beliau adalah simbol persatuan dan inspirasi bagi umat Islam di Indonesia untuk terus menjaga harmoni dalam keberagaman.