Al Quran menjadi pegangan Nabi Muhammad menjadi Rasul umat Islam (Cordoba)
Terasmuslim.com - Setelah menerima wahyu tersebut, Nabi Muhammad ﷺ merasa ketakutan dan kebingungan. Ini adalah pengalaman spiritual yang sangat besar dan tidak biasa bagi beliau. Beliau segera pulang ke rumah dan menemui istrinya, Khadijah binti Khuwailid. Dengan tubuh yang gemetar, beliau berkata kepada Khadijah:
"Selimuti aku, selimuti aku."
Khadijah pun menyelimuti beliau dengan kain dan menenangkan hatinya. Setelah merasa tenang, Nabi Muhammad ﷺ menceritakan kepada Khadijah tentang apa yang baru saja dialaminya di Gua Hira. Mendengar cerita tersebut, Khadijah meyakinkan Nabi Muhammad ﷺ bahwa Allah tidak akan membiarkan beliau tersesat atau dipermalukan.
Khadijah berkata:
"Demi Allah, Dia tidak akan menghinakanmu. Engkau adalah orang yang menjaga silaturahmi, menolong orang yang membutuhkan, menghormati tamu, dan membantu orang yang tertimpa musibah."
Untuk memperkuat keyakinannya, Khadijah membawa Nabi Muhammad ﷺ menemui Waraqah bin Naufal, seorang pendeta Nasrani yang juga sepupu Khadijah. Setelah mendengar cerita Nabi, Waraqah bin Naufal berkata:
"Ini adalah Namus (malaikat Jibril) yang juga pernah diutus kepada Nabi Musa. Andai saja aku masih muda, aku pasti akan mendukungmu ketika kaummu mengusirmu."
Mendengar ucapan itu, Nabi Muhammad ﷺ terkejut dan bertanya:
"Apakah mereka akan mengusirku?"
Waraqah menjawab:
"Iya, tidak ada seorang pun yang membawa misi seperti yang engkau bawa kecuali dia akan dimusuhi."