• KEISLAMAN

Mengenal Mahram agar Tidak Terjerumus Dosa Saat Idul Fitri

Yahya Sukamdani | Rabu, 18/03/2026
Mengenal Mahram agar Tidak Terjerumus Dosa Saat Idul Fitri Ilustrasi mahram dan non mahram

Terasmuslim.com - Idul Fitri identik dengan tradisi silaturahmi, saling bermaafan, dan berkumpul bersama keluarga besar. Namun di balik suasana hangat tersebut, ada satu hal penting yang sering terabaikan, yaitu pemahaman tentang mahram. Kurangnya pemahaman ini bisa membuka pintu dosa, terutama dalam interaksi antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram.

Dalam syariat Islam, mahram adalah orang-orang yang haram dinikahi secara permanen, seperti ibu, saudara kandung, anak, bibi, dan seterusnya. Allah Ta’ala telah menjelaskan secara rinci dalam Al-Qur’an (QS. An-Nisa: 23) tentang siapa saja yang termasuk mahram. Dengan memahami batasan ini, seorang Muslim dapat menjaga adab pergaulan sesuai tuntunan agama.

Permasalahan sering muncul saat momen Idul Fitri, seperti berjabat tangan dengan lawan jenis yang bukan mahram, bercampur baur tanpa batas (ikhtilat), atau membuka aurat di hadapan yang tidak semestinya. Rasulullah SAW bersabda bahwa lebih baik seseorang ditusuk kepalanya dengan besi daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya (HR. Thabrani). Hadits ini menunjukkan betapa seriusnya menjaga batasan dalam Islam.

Selain itu, menjaga pandangan dan adab juga menjadi bagian penting dalam interaksi. Allah Ta’ala memerintahkan kaum beriman untuk menundukkan pandangan dan menjaga kehormatan (QS. An-Nur: 30-31). Maka, silaturahmi tidak boleh dijadikan alasan untuk melanggar syariat, melainkan harus menjadi sarana memperkuat ketakwaan.

Dengan memahami konsep mahram, umat Islam dapat merayakan Idul Fitri dengan lebih aman dan berkah. Silaturahmi tetap terjalin, namun tetap dalam koridor yang diridhai Allah. Inilah bentuk keseimbangan dalam Islam: menjaga hubungan sosial tanpa mengorbankan nilai-nilai syariat.