Ilustrasi api panas
Terasmuslim.com - Dalam Al-Qur’an, Allah ﷻ menjelaskan bahwa makanan bagi penghuni neraka bukanlah kenikmatan, melainkan siksaan. Salah satunya adalah zaqqum, sejenis pohon yang tumbuh di dasar neraka. Allah berfirman, “Sesungguhnya pohon zaqqum itu adalah makanan bagi orang yang banyak berdosa. Seperti cairan tembaga yang mendidih di dalam perut” (QS. Ad-Dukhan: 43–46). Pohon ini digambarkan memiliki buah yang sangat busuk dan menyakitkan, namun penghuni neraka terpaksa memakannya karena rasa lapar yang luar biasa.
Selain zaqqum, Al-Qur’an juga menyebut makanan lain yang menjadi azab penghuni neraka, yaitu dari’ (rumput berduri yang tidak mengenyangkan). Allah berfirman, “Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar” (QS. Al-Ghasyiyah: 6–7). Ini menunjukkan bahwa makanan di neraka bukan untuk memberi kekuatan, melainkan untuk menambah penderitaan. Tidak ada rasa nikmat, hanya siksaan yang mengerikan di setiap suapan.
Rasulullah ﷺ juga menggambarkan kedahsyatan azab ini dalam hadisnya: “Seandainya setetes zaqqum jatuh ke bumi, maka ia akan merusak kehidupan seluruh penduduk dunia dengan bau busuknya. Maka bagaimana dengan orang yang memakannya?” (HR. Tirmidzi). Hadis ini menunjukkan betapa pedihnya siksaan bagi mereka yang durhaka kepada Allah. Makanan di neraka bukan sekadar hukuman fisik, tetapi juga simbol dari akibat kezaliman dan kekufuran di dunia.
Pelajaran besar dari gambaran ini adalah agar manusia tidak lalai dalam beribadah dan menjauhi dosa. Allah telah memperingatkan agar kita menjadi penghuni surga, bukan penghuni neraka. Maka hendaklah manusia memperhatikan apa yang dimakan di dunia baik secara halal maupun batin karena semua itu akan menjadi sebab keselamatan atau kehancuran di akhirat.