KEISLAMAN

Tiga Hakikat Harta Manusia dan Keutamaan Infak

Yahya Sukamdani| Senin, 21/09/2026
Ulasan hakikat harta manusia yang berakhir kekal lewat infak. Ilustrasi foto sedekah jariyah

Terasmuslim.com - Harta kekayaan yang kita kumpulkan di dunia sejatinya hanya terbagi menjadi tiga wujud akhir yang nyata.

Wujud pertama adalah makanan serta minuman yang kita nikmati harian dan akhirnya hanya akan menjadi kotoran.

Wujud kedua adalah pakaian atau barang kemewahan yang kita pakai hingga akhirnya menjadi usang dan rusak.

Sementara wujud ketiga adalah harta yang kita sisihkan lalu diinfakkan di jalan Allah untuk kebaikan sesama.

Baca juga :

Dari ketiga wujud tersebut, hanya harta yang diinfakkan itulah yang bernilai manfaat kekal hingga ke akhirat.

Allah SWT menegaskan janji penggantian harta yang diinfakkan dalam Al-Qur`an Surah Saba ayat 39.

Ayat tersebut menjelaskan bahwa apa saja yang kita infakkan, Allah pasti akan menggantinya dengan rezeki terbaik.

Rasulullah SAW juga menguatkan hakikat harta ini dalam hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Beliau bersabda bahwa hamba hanya memiliki tiga harta: yang dimakan lalu habis, dipakai lalu usang, dan diinfakkan.

Apa yang dikeluarkan untuk sedekah itulah tabungan hakiki yang akan menyambut kita di alam barzakh kelak.

Mengumpulkan harta tanpa gemar berinfak hanya akan melahirkan penyesalan mendalam saat ajal menjemput kelak.

Islam mengajarkan agar kita tidak menjadi hamba yang terlalu terikat dan silau oleh kemewahan materi duniawi.

Menjadikan harta sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah merupakan cermin kearifan seorang muslim yang beriman.

Mari kita biasakan bersedekah secara rutin demi menyucikan jiwa serta mengekalkan harta kekayaan yang kita miliki.

Semoga Allah Azza wa Jalla senantiasa melapangkan rezeki kita serta menerima setiap bait sedekah yang dikeluarkan.

TAGS : Hakikat harta harta manusia tabungan akhirat

Terkini