KEISLAMAN

Makna Keffiyeh, Lembaran Kain Bersejarah Pembawa Pesan Perjuangan

M. Habib Saifullah| Senin, 21/09/2026
Keffiyeh kini dimaknai sebagai bentuk dukungan universal terhadap hak asasi manusia dan seruan kemerdekaan bagi rakyat Palestina. Ilustrasi dukungan terhadap kebebasan Palestina.

Terasmuslim.com - Keffiyeh kini dikenal lebih dari sekadar penutup kepala atau aksesori busana.

Selembar kain persegi berbahan katun dengan corak khas ini telah melintasi ruang dan waktu, berevolusi dari perlengkapan harian masyarakat menjadi lambang identitas, ketahanan, dan solidaritas yang mendunia.

Pada awalnya, keffiyeh merupakan pakaian tradisional yang dikenakan oleh para petani dan suku Badui di kawasan Timur Tengah. Kain ini berfungsi murni sebagai pelindung fisik dari kerasnya cuaca gurun.

Para pekerja ladang menggunakannya untuk menutupi kepala, wajah, dan leher dari sengatan matahari siang, terpaan pasir, serta suhu dingin yang menusuk pada malam hari.

Kain ini umumnya ditahan di atas kepala menggunakan semacam tali atau cincin ikat yang disebut agal.

Pergeseran makna keffiyeh dari pakaian fungsional menjadi simbol politik bermula pada era Pemberontakan Arab tahun 1930-an melawan kekuasaan mandat Inggris di wilayah Palestina.

Saat itu, para pejuang yang berasal dari kalangan pedesaan mengenakan keffiyeh untuk menyembunyikan identitas mereka dari kejaran pasukan Inggris.

Ketika otoritas Inggris berupaya melarang penggunaan kain tersebut untuk memudahkan penangkapan pejuang, seluruh penduduk kota Palestina secara serentak ikut memakai keffiyeh.

Langkah ini membuat para pejuang membaur dengan warga biasa, sekaligus menjadikan keffiyeh sebagai simbol persatuan nasional.

Corak tenun yang tergambar pada keffiyeh, khususnya yang berwarna hitam putih asal Palestina, tidak dibuat sembarangan melainkan membawa filosofi yang kuat.

Pola jaring ikan yang mendominasi bagian tengah kain melambangkan kedekatan masyarakat dengan Laut Mediterania serta kehidupan pesisir. Motif garis-garis tebal yang membelah lembaran kain merepresentasikan jalur perdagangan bersejarah yang sejak lama melintasi wilayah tersebut.

Sementara itu, pola yang menyerupai untaian daun zaitun menjadi simbol ketekunan, ketangguhan, serta ikatan batin yang mengakar antara masyarakat dengan tanah air mereka.

Pamor keffiyeh semakin mendunia berkat tokoh-tokoh politik seperti Yasser Arafat yang tidak pernah lepas dari kain tersebut dalam berbagai forum internasional.

Saat ini, keffiyeh telah melampaui batas-batas geografis negara asalnya. Di berbagai belahan bumi, kain tenun ini dikalungkan oleh berbagai kalangan sebagai bentuk dukungan universal terhadap hak asasi manusia dan seruan kemerdekaan bagi rakyat Palestina.

TAGS : Kaifiyeh Palestina Makna Kaifiyeh Hak Asasi Manusia

Terkini