
Ilustrasi peristiwa haji Wada
Terasmuslim.com - Haji Wada atau Haji Perpisahan merupakan ibadah haji terakhir yang dilaksanakan oleh Rasulullah SAW sebelum beliau wafat.
Peristiwa monumental ini terjadi pada bulan Dzulhijjah tahun ke-10 Hijriah yang dihadiri oleh lebih dari 100.000 jemaah Muslim.
Dalam momen suci tersebut, Rasulullah SAW menyampaikan khutbah bersejarah di Padang Arafah yang sarat akan nilai-nilai kemanusiaan.
Pesan agung dalam Khutbah Wada menjadi fondasi utama mengenai penghormatan terhadap jiwa, harta, dan martabat setiap manusia.
Rasulullah SAW secara tegas melarang segala bentuk penindasan, pembalasan dendam masa Jahiliyah, serta praktek riba yang merugikan.
Beliau juga menekankan pentingnya memuliakan serta menjaga hak-hak kaum wanita dalam kehidupan berumah tangga dan bermasyarakat.
Prinsip kesetaraan antar sesama manusia tanpa memandang suku, ras, maupun warna kulit menjadi sorotan utama dalam pesan beliau.
Sempurnanya syariat Islam dan selesainya risalah kenabian ditegaskan oleh Allah SWT pada momen istimewa ini dalam Surah Al-Ma`idah ayat 3:
"Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu." (QS. Al-Ma`idah: 3)
Kemuliaan jiwa dan harta sesama Muslim yang wajib dijaga sebagaimana kesucian tanah haram ditegaskan pula dalam Al-Qur`an Surah Al-Hujurat ayat 10:
"Orang-orang beriman itu sesungguhnya bergandengan saudara, sebab itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat." (QS. Al-Hujurat: 10)
Rasulullah SAW meninggalkan dua pedoman utama agar umat Islam tidak tersesat selamanya dalam mengarungi kehidupan.
Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Al-Hakim dan Malik tentang warisan abadi tersebut:
"Aku telah tinggalkan kepada kamu dua perkara. Kamu tidak akan sesat selama-lamanya selagi kamu berpegang teguh dengan keduanya, yaitu Kitab Allah (Al-Qur`an) dan Sunnah Nabi-Nya." (HR. Al-Hakim dan Malik).
Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga kehormatan sesama manusia sebagaimana diriwayatkan dalam hadis Sahih Bukhari:
"Sesungguhnya darahmu, hartamu, dan kehormatanmu adalah haram (suci) atas kamu seperti sucinya harimu ini, di negerimu ini, pada bulanmu ini." (HR. Bukhari).
Pesan khutbah Haji Wada menjadi piagam hak asasi manusia tertua dan paling komprehensif dalam sejarah peradaban dunia.
Nilai-nilai luhur yang disampaikan Rasulullah SAW tetap relevan untuk dijadikan panduan dalam membangun kehidupan yang damai dan berkeadilan.
Hikmah terpenting dari Haji Wada adalah kewajiban setiap Muslim untuk menyampaikan dakwah kedamaian dan meneladani akhlak Rasulullah SAW.
TAGS : Haji Wada Hak Asasi Manusia Sejarah Islam