KISAH

Peristiwa Isra Miraj Perjalanan Suci Menguatkan Iman Rasulullah

Yahya Sukamdani| Jum'at, 23/10/2026
Kisah mukjizat Isra Miraj menjadi momentum penting perintah shalat lima waktu. Masjid Al-Aqsa, saksi sejarah Isra Miraj Nabi Muhammad SAW (Foto: Unsplash/Phillipe Collard)

Terasmuslim.com - Peristiwa Isra Mi`raj merupakan salah satu mukjizat terbesar yang dialami oleh Rasulullah SAW dalam perjalanan dakwahnya.

Peristiwa agung ini terjadi pada tahun ke-10 kenabian, yang dikenal pula sebagai Amul Huzni atau Tahun Duka Cita.

Pada masa tersebut, Rasulullah SAW mengalami kesedihan mendalam atas wafatnya Khadijah radhiyallahu `anha dan Abu Thalib.

Allah SWT kemudian mengaruniakan perjalanan spiritual luar biasa ini sebagai bentuk hiburan dan penguatan iman bagi Sang Nabi.

Baca juga :

Isra merupakan perjalanan malam hari Rasulullah SAW dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsha di Palestina.

Sementara Mi`raj adalah penyeberangan beliau naik menembus tujuh lapis langit hingga sampai ke Sidratul Muntaha.

Perjalanan Isra yang melintasi jarak sangat jauh dalam semalam ditegaskan Allah SWT dalam Surah Al-Isra ayat 1:

"Maha Suci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami." (QS. Al-Isra: 1)

Setibanya di Sidratul Muntaha, Rasulullah SAW menerima perintah ibadah shalat secara langsung dari Allah SWT.

Puncak perjalanan Mi`raj dan perjumpaan di tempat tertinggi tersebut diabadikan dalam Surah An-Najm ayat 13-18:

"Dan sungguh, dia (Muhammad) telah melihatnya (Jibril) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratulmuntaha, di dekatnya ada surga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratulmuntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya, penglihatannya (Muhammad) tidak menyimpang dan tidak melampaui (apa yang dilihatnya). Sungguh, dia telah melihat sebagian tanda-tanda (kebesaran) Tuhannya yang paling besar." (QS. An-Najm: 13-18)

Awalnya perintah shalat diwajibkan sebanyak 50 kali dalam sehari semalam bagi seluruh umat Islam.

Atas saran Nabi Musa AS dan permohonan Rasulullah SAW kepada Allah, kewajiban tersebut meringankan hingga menjadi lima waktu.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Bukhari mengenai kepastian pahala shalat lima waktu tersebut:

"Dia (Allah) berfirman: `Wahai Muhammad, keputusan di sisi-Ku tidak dapat diubah. Shalat lima waktu itu (pahalanya) sama dengan shalat lima puluh waktu.`" (HR. Bukhari).

Pagi harinya, ketika Rasulullah SAW menceritakan peristiwa tersebut, kaum kafir Quraysh semakin mendustakan dan mengolok-olok beliau.

Namun bagi para sahabat beriman seperti Abu Bakar Ash-Shiddiq, peristiwa Isra Mi`raj semakin memperkokoh keimanan dan pembenaran mutlak.

Hikmah terbesar Isra Mi`raj adalah menegaskan kedudukan istimewa ibadah shalat sebagai tiang agama dan sarana komunikasi hamba dengan Sang Pencipta.

TAGS : Peristiwa Isra Miraj Perintah Shalat Sejarah Islam

Terkini