KEISLAMAN

Ciri Orang Mukmin Sejati saat Mengejar Dunia dan Akhirat

Vaza Diva Fadhillah Akbar| Selasa, 20/10/2026
Seorang Muslim tidak hanya dituntut untuk mengejar keberhasilan dunia, tetapi juga menjaga keimanan dan mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat. Ilustrasi - ini ciri orang Mukmin sejati saat mengejar dunia dan akhirat (Foto: AI)

Jakarta, Terasmuslim.com - Seorang Muslim tidak hanya dituntut untuk mengejar keberhasilan dunia, tetapi juga menjaga keimanan dan mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat.

Islam mengajarkan keseimbangan antara kecerdasan dalam menjalani urusan dunia dan kehati-hatian dalam menjaga agama.

Sebuah kutipan yang dinisbatkan kepada Rasulullah SAW menggambarkan karakter orang mukmin ketika bergaul dengan orang-orang yang berorientasi pada dunia maupun akhirat.

Pesan tersebut menekankan pentingnya kecerdasan dalam bertindak sekaligus menjaga diri dari perbuatan yang dilarang agama.

Baca juga :

Rasulullah SAW berkata:

الْمُؤْمِنُ إِنْ سَلَكَ مَعَ أَهْلِ الدُّنْيَا كَانَ أَكْيَسَهُمْ وَإِنْ سَلَكَ مَعَ أَهْلِ الْآخِرَةِ كَانَ أَوْرَعَهُمْ

Artinya: “Seorang mukmin, jika ia berjalan bersama ahli dunia, ia adalah yang paling cerdas di antara mereka. Jika ia berjalan bersama ahli akhirat, ia adalah yang paling wara` di antara mereka.” (Bihar al-Anwar, Jilid 64, hlm. 311)

Pesan tersebut menggambarkan bahwa seorang mukmin idealnya memiliki kecerdasan dalam menghadapi urusan dunia tanpa mengabaikan nilai-nilai agama.

Ia dapat bekerja, mencari rezeki, mengembangkan kemampuan, dan membangun kehidupan yang baik, tetapi tetap menjaga kejujuran serta tidak menghalalkan segala cara demi memperoleh keuntungan.

Dalam konteks kehidupan sehari-hari, kecerdasan bukan hanya kemampuan memperoleh harta atau mencapai kedudukan.

Sikap bijak dalam mengambil keputusan, mempertimbangkan dampak perbuatan, serta menghindari tindakan yang merugikan orang lain juga merupakan bagian penting dari kecerdasan.

Sementara itu, istilah wara` dalam kutipan tersebut merujuk pada sikap berhati-hati dalam menjaga diri dari perkara yang dilarang agama, termasuk hal-hal yang dikhawatirkan dapat menjerumuskan seseorang ke dalam dosa.

Sikap ini tercermin ketika seseorang memilih jalan yang halal, menjaga perkataan, serta tidak mudah tergoda oleh keuntungan yang bertentangan dengan prinsip Islam.

Al-Qur`an juga mengajarkan umat Islam untuk tidak melupakan kehidupan akhirat ketika menjalani kehidupan dunia. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Qasas ayat 77:

وَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا

Artinya: “Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia.” (QS. Al-Qasas: 77)

Ayat tersebut mengajarkan keseimbangan antara usaha memperoleh kebaikan akhirat dan menjalani kehidupan dunia.

Seorang Muslim tetap dapat mengejar pendidikan, bekerja, dan memenuhi kebutuhan keluarga, selama semua itu dilakukan dengan cara yang dibenarkan agama.

Keseimbangan tersebut juga perlu tercermin dalam pergaulan. Berada di tengah masyarakat yang berorientasi pada keberhasilan dunia tidak seharusnya membuat seseorang meninggalkan prinsip agama.

Begitu pula ketika berada di lingkungan yang tekun beribadah, seseorang perlu menjaga keikhlasan dan tidak merasa lebih baik daripada orang lain.

TAGS : Info Keislaman Mengejar Dunia Rasulullah SAW Kehidupan Akhirat

Terkini