
Ilustrasi - membaca dzikir setelah melaksanakan sholat (Foto: INSIDER)
Jakarta, Terasmuslim.com - Membaca dzikir setelah melaksanakan sholat merupakan amalan yang dianjurkan dalam Islam.
Melalui dzikir, umat Muslim dapat mengingat Allah SWT, memohon ampunan, serta menyempurnakan rangkaian ibadah setelah menunaikan sholat wajib lima waktu.
Rasulullah SAW mengajarkan sejumlah bacaan dzikir yang dapat diamalkan setelah sholat. Bacaan tersebut meliputi istigfar, doa memohon keselamatan, tasbih, tahmid, takbir, hingga ayat-ayat Al-Qur`an yang memiliki keutamaan tersendiri.
Salah satu bacaan yang dianjurkan adalah istigfar sebanyak tiga kali. Bacaan ini menjadi bentuk permohonan ampun kepada Allah SWT atas kekurangan selama menjalankan ibadah.
Lafal istigfar yang dibaca setelah sholat adalah:
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ
Astaghfirullāh.
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah.”
Setelah itu, Rasulullah SAW mengajarkan doa berikut:
اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
Allāhumma antas-salām wa minkas-salām, tabārakta yā dzal-jalāli wal-ikrām.
Artinya: “Ya Allah, Engkaulah Yang Maha Sejahtera, dari-Mulah kesejahteraan, Mahaberkah Engkau, wahai Tuhan Yang memiliki keagungan dan kemuliaan.”
Bacaan tersebut diriwayatkan dalam hadis sahih Muslim. Dalam riwayatnya, Tsauban RA menyampaikan bahwa Rasulullah SAW membaca istigfar tiga kali setelah sholat, kemudian membaca doa tersebut.
Dzikir berikutnya yang dapat diamalkan adalah tasbih, tahmid, dan takbir. Ketiganya merupakan bacaan untuk mengagungkan Allah SWT, memuji-Nya, serta mengakui kebesaran-Nya.
Lafal dzikir tersebut adalah:
سُبْحَانَ اللَّهِ
Subḥānallāh.
Artinya: “Mahasuci Allah.”
الْحَمْدُ لِلَّهِ
Alḥamdulillāh.
Artinya: “Segala puji bagi Allah.”
اللَّهُ أَكْبَرُ
Allāhu akbar.
Artinya: “Allah Mahabesar.”
Salah satu bentuk dzikir setelah sholat yang diriwayatkan dalam hadis sahih adalah membaca tasbih 33 kali, tahmid 33 kali, dan takbir 33 kali, kemudian menyempurnakannya menjadi seratus dengan membaca:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Lā ilāha illallāhu waḥdahu lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr.
Artinya: “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”
Dzikir tersebut tercantum dalam hadis riwayat Muslim. Terdapat pula variasi bilangan dan susunan dzikir setelah sholat dalam riwayat lain, sehingga umat Islam dapat mengikuti bacaan yang memiliki dasar dari hadis.
Selain dzikir tersebut, membaca Ayat Kursi setelah sholat wajib juga dianjurkan dalam sejumlah riwayat hadis.
Ayat Kursi merupakan Surah Al-Baqarah ayat 255 yang menjelaskan keagungan Allah SWT, kekuasaan-Nya atas langit dan bumi, serta sifat-Nya yang tidak pernah mengantuk maupun tidur.
Membaca dzikir setelah sholat dapat menjadi kebiasaan untuk menjaga kedekatan dengan Allah SWT di tengah aktivitas sehari-hari.
Umat Islam dianjurkan melafalkannya dengan tenang, memahami artinya, dan tidak terburu-buru menyelesaikan bacaan.
TAGS : Info Keislaman Membaca Dzikir Setelah Sholat Bacaan Dzikir