KEISLAMAN

Nabi Adam Nenek Moyang Manusia, Bukan Kera Purba

Yahya Sukamdani| Minggu, 21/06/2026
Menilik asal-usul penciptaan manusia sejati berdasarkan tuntunan wahai Ilahi. Ilustrasi foto manusia dan orang utan di alam

Terasmuslim.com - Perdebatan mengenai asal-usul manusia antara teori evolusi kera purba dan penciptaan Nabi Adam AS selalu menarik perhatian umat.

Sebagai Muslim yang beriman, kita wajib meyakini bahwa manusia pertama di muka bumi ini adalah Nabi Adam alaihissalam.

Al-Qur`an secara tegas dan benderang menjelaskan bahwa Allah SWT menciptakan manusia langsung dari sari pati tanah yang kering.

Proses penciptaan yang agung ini termaktub dalam firman Allah SWT melalui Al-Qur`an Surah Al-Hijr ayat 28:

Baca juga :

"Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: `Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering...`" (QS. Al-Hijr: 28)

Ayat tersebut mematahkan argumen asumstif yang menyatakan bahwa manusia modern merupakan hasil evolusi biologis dari spesies kera.

Nabi Adam AS diciptakan dalam bentuk yang paling sempurna, mulia, serta langsung dibekali dengan akal pikiran dan ilmu pengetahuan.

Rasulullah SAW juga mempertegas silsilah suci seluruh umat manusia ini melalui salah satu sabda beliau yang sangat masyhur.

Dalam hadits shahih riwayat Imam Tirmidzi, Rasulullah SAW menegaskan bahwa semua manusia berasal dari sumber yang sama:

"Kalian semua adalah anak cucu Adam, dan Adam itu diciptakan dari tanah." (HR. Tirmidzi)

Secara ilmiah, klaim teori evolusi Charles Darwin yang menyamakan nenek moyang manusia dengan primata purba masih menyisakan banyak mata rantai yang hilang (missing link).

Fosil-fosil manusia purba yang ditemukan para arkeolog sejatinya bisa jadi merupakan makhluk bumi lain sebelum Adam, atau variasi genetika manusia biasa.

Islam tidak melarang sains, namun sains yang benar tidak akan pernah bertentangan dengan validitas wahyu yang mutlak kebenarannya.

Pola pikir bahwa manusia berasal dari kera berpotensi merusak akidah dan menurunkan derajat kemuliaan manusia yang telah Allah tetapkan.

Sebagai khalifah di bumi, manusia diberi tanggung jawab moral dan spiritual yang tidak mungkin dimiliki oleh hewan atau makhluk purba mana pun.

Mari kita mantapkan keyakinan dan akidah generasi muda agar tidak goyah oleh narasi-narasi materialistik yang menafikan peran Sang Pencipta.

Semoga Allah SWT senantiasa menjaga keimanan kita dan menuntun hati kita di atas kebenaran Al-Qur`an dan Sunnah hingga akhir hayat.

TAGS : asal usul manusia penciptaan nabi manusia pertama

Terkini