
Ilustrasi foto belajar syariat Islam
Terasmuslim.com - Keinginan anak untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah sering kali memicu dilema besar jika jurusan yang dipilih bertentangan dengan syariat agama.
Sebagai orang tua Muslim, situasi ini menuntut kearifan sikap, ketegangan emosi yang terukur, serta keteguhan dalam menjaga koridor akidah keluarga.
Tanggung jawab utama orang tua adalah memastikan bahwa setiap langkah hidup anak tidak terjerumus ke dalam kemaksiatan yang diharamkan.
Allah SWT telah memberikan mandat yang sangat tegas kepada para orang tua melalui firman-Nya dalam Al-Qur`an Surah At-Tahrim ayat 6:
"Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka..." (QS. At-Tahrim: 6)
Ayat suci ini menjadi alarm bahwa menyelamatkan masa depan akhirat anak jauh lebih utama daripada sekadar mengejar status atau materi duniawi.
Ketika anak bersikeras memilih jurusan yang haram seperti studi yang melegalkan transaksi riba murni, perjudian modern, atau seni yang merusak moral orang tua tidak boleh tinggal diam.
Namun, sikap yang diambil tidak boleh berupa amarah yang meledak-ledak, melainkan dialog yang menyentuh hati dan bersandar pada dalil-dalil agama.
Rasulullah SAW mengingatkan kita untuk selalu mengutamakan ketaatan kepada Sang Pencipta di atas kepatuhan atau kesenangan makhluk mana pun.
Dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, beliau menegaskan batasan mutlak dalam kepatuhan tersebut:
"Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah Yang Maha Pencipta." (HR. Ahmad)
Langkah pertama yang harus dilakukan orang tua adalah mengajak anak berdiskusi secara mendalam mengenai dampak dunia dan akhirat dari ilmu yang tidak berkah.
Jelaskan dengan penuh kasih sayang bahwa mencari ilmu adalah ibadah, dan ibadah tidak akan diterima jika wasilah atau jalannya diharamkan oleh syariat.
Orang tua wajib memetakan potensi alternatif dan menawarkan jurusan-jurusan sains atau humaniora lain yang serupa namun tetap terjaga kesuciannya.
Memberikan pemahaman tentang konsep rezeki yang berkah juga sangat krusial, agar anak tidak takut kekurangan materi di masa depan kelak.
Jika pendekatan persuasif telah maksimal namun anak tetap bersikeras, orang tua berhak menolak membiayai kuliah tersebut sebagai bentuk kasih sayang agar tidak bersekongkol dalam dosa.
Mari kita terus mendoakan keteguhan iman anak-anak kita agar selalu condong pada kebaikan dan dijauhkan dari fitnah ilmu yang menyesatkan.
Semoga Allah SWT menganugerahkan hidayah kepada keluarga kita dan membimbing anak-anak umat Islam menuju masa depan yang penuh berkah.
TAGS : anak pilih jurusan mendidik anak tips parenting