KEISLAMAN

Penyebab Terkena Penyakit Ain dan Solusi Bentenginya

Yahya Sukamdani| Sabtu, 20/06/2026
Waspadai ancaman penyakit ain akibat kelalaian dalam menjaga dzikir. Ilustrasi foto pamer harta di sosial media

Terasmuslim.com - Penyakit ain merupakan sebuah kenyataan yang nyata terjadi dalam kehidupan, di mana pandangan mata yang disertai rasa hasad atau kekaguman berlebih dapat membawa dampak buruk bagi orang lain.

Banyak orang keliru mengira bahwa gangguan ain ini hanya bisa menimpa mereka yang memiliki wajah rupawan atau harta yang melimpah ruah saja.

Padahal, faktor pemicu utama yang membuat seseorang sangat rentan terkena imbas ain adalah akibat kelalaian dirinya sendiri dalam menjaga zikir harian.

Kombinasi antara adanya pandangan mata yang penuh kekaguman atau kedengkian dari luar, dengan runtuhnya benteng spiritual korban, menjadi celah sempurna bagi masuknya penyakit ini.

Baca juga :

Rasulullah SAW telah menegaskan hakikat kebenaran adanya bahaya tersembunyi dari pandangan mata ini melalui sebuah hadits yang sangat populer.

"Penyakit ain itu benar adanya. Andaikan ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, tentulah ain itu yang mendahuluinya." (HR. Muslim)

Al-Qur`an pun mengisyaratkan bagaimana pandangan mata orang-orang kafir yang penuh kebencian hampir saja menggelincirkan Nabi Muhammad SAW karena kedengkian mereka.

"Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu hampir menggelincirkanmu dengan pandangan mata mereka, ketika mereka mendengar Al-Qur`an..." (QS. Al-Qalam: 51)

Ketika kita gemar memamerkan kebahagiaan, prestasi, atau kelebihan di media sosial tanpa dibarengi dengan perlindungan zikir, maka saat itulah kita sedang mengundang bahaya ain.

Setiap Muslim seharusnya sadar bahwa keindahan fisik maupun kekayaan materi hanyalah titipan yang bisa hancur seketika jika Allah SWT tidak menjaganya.

Melupakan zikir pagi dan petang berarti membiarkan diri kita berjalan di medan perang tanpa menggunakan baju besi pelindung dari serangan tak kasat mata.

Zikir berfungsi sebagai perisai ilahi yang sangat kokoh, yang mampu membalikkan pandangan jahat maupun kekaguman yang merusak dari orang lain.

Oleh karena itu, setiap kali kita melihat sesuatu yang menakjubkan pada diri sendiri, keluarga, atau harta benda, syariat memerintahkan kita untuk mengucapkan kalimat tayyibah seperti Barakallahu fiik.

Doa keberkahan tersebut akan meredam potensi racun dari pandangan mata kita sendiri maupun pandangan orang lain yang melihatnya.

Mari kita rutinkan kembali membaca mu`awwidzatain (Surat Al-Falaq dan An-Nas) serta zikir-zikir ma`tsurat sebagai agenda wajib harian kita.

Semoga Allah SWT senantiasa menjaga diri kita, keluarga kita, serta seluruh nikmat yang kita miliki dari keburukan pandangan mata yang hasad.

TAGS : dzikir perlindungan ain pamer harta mencegah ain

Terkini