
Ilustrasi ijab qabul pernikahan
Terasmuslim.com - Pernikahan dalam Islam bukan sekadar pemenuhan kebutuhan biologis, melainkan sebuah ikatan perjanjian yang sangat kokoh (mitsaqan ghalizha).
Bagi seorang laki-laki, kesiapan melangkah ke pelaminan tidak hanya diukur dari usia, melainkan dari kematangan visi hidup dan tanggung jawab.
Patokan utama yang sering menjadi kekhawatiran banyak pemuda adalah kesiapan dari segi finansial atau kemampuan memberikan nafkah.
Allah SWT memberikan jaminan kelapangan rezeki bagi mereka yang menikah dengan niat menjaga kehormatan diri dari perbuatan dosa.
"Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu... Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya." (QS. An-Nur: 32)
Rasulullah SAW juga memberikan panduan tegas mengenai syarat mutlak bagi pemuda yang ingin segera menyempurnakan setengah agamanya.
"Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang telah memiliki kemampuan (ba`ah), maka hendaklah ia menikah karena itu lebih menundukkan pandangan." (HR. Bukhari)
Para ulama menjelaskan bahwa kata ba`ah dalam hadits tersebut mencakup kemampuan finansial untuk mahar dan nafkah, serta kesiapan fisik dan mental.
Artinya, seorang lelaki dikatakan siap jika ia sudah memiliki komitmen kuat untuk bekerja keras demi menghidupi keluarganya kelak.
Selain materi, indikator kesiapan yang tidak kalah penting adalah kematangan emosi dalam menghadapi dinamika problematika rumah tangga.
Seorang calon suami harus memiliki ilmu agama yang cukup agar mampu menjadi nahkoda sekaligus pembimbing bagi istri dan anak-anaknya.
Laki-laki yang siap nikah adalah mereka yang sudah mampu mengendalikan hawa nafsu dan konsisten menjaga ibadah wajibnya sehari-hari.
Ia juga harus memahami hak dan kewajiban masing-masing pihak agar ego pribadi tidak merusak keharmonisan pernikahan yang dibangun.
Jika seorang lelaki belum memiliki kemampuan-kemampuan mendasar tersebut, Rasulullah SAW menyarankan untuk mengendalikan diri terlebih dahulu dengan berpuasa.
Mempersiapkan diri dengan matang sebelum meminang adalah bentuk pemuliaan terhadap wanita yang akan menjadi pasangannya.
Mari para pemuda Islam, fokuslah memantaskan diri dalam iman, ilmu, dan finansial sebelum memutuskan untuk mengikrarkan janji suci.
TAGS : kesiapan menikah pria kemampuan finansial panduan pranikah