
Ilustrasi kerukunan beragama
Terasmuslim.com - Ekstremisme dan radikalisme merupakan ancaman nyata yang dapat merusak sendi-sendi persatuan bangsa serta mencederai kesucian ajaran agama.
Islam secara tegas menolak segala bentuk pemikiran dan tindakan ekstrem yang melampaui batas dalam beragama maupun bernegara.
Solusi mendasar dalam menghadapi fenomena ini adalah dengan membumikan kembali konsep wasathiyah atau moderasi Islam di tengah masyarakat.
Prinsip moderasi ini berakar kuat pada firman Allah SWT dalam Al-Qur`an Surah Al-Baqarah ayat 143 tentang pembentukan umat yang moderat.
"Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) umat yang pertengahan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia..." (QS. Al-Baqarah: 143).
Menjadi umat yang pertengahan berarti menolak sikap ekstrem kanan yang radikal sekaligus menghindari ekstrem kiri yang liberal.
Rasulullah SAW juga secara konsisten mengingatkan umatnya melalui hadist shahih agar menjauhi sikap berlebihan yang membinasakan.
Beliau bersabda, "Jauhkanlah diri kalian dari ghuluw (berlebih-lebihan) dalam agama, karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian hancur karena ghuluw." (HR. An-Nasa`i).
Hadist tersebut menjadi alarm spiritual bagi setiap Muslim untuk selalu menempuh jalan yang lurus, bijak, dan penuh kasih sayang.
Dalam konteks keindonesiaan, nilai-nilai moderasi Islam tersebut telah mengkristal secara sempurna di dalam lima sila Pancasila.
Pancasila hadir sebagai ideologi titik temu (kalimatun sawa) yang mampu meredam ego sektarian serta fanatisme kelompok yang sempit.
Menolak ekstremisme berarti kita wajib mengamalkan sila pertama hingga kelima sebagai manifestasi dari nilai-nilai luhur syariat Islam.
Kaidah fikih dar`ul mafasid muqaddamun `ala jalbil mashalih menolak kerusakan lebih diutamakan daripada mengambil kemaslahatan menjadi dasar penolakan terhadap radikalisme.
Aksi kekerasan dan terorisme atas nama agama adalah bentuk kerusakan besar yang bertentangan dengan semangat kedamaian Pancasila.
Dengan mensinergikan nilai Islam dan Pancasila, kita dapat membangun benteng ideologi yang kokoh demi menjaga keutuhan NKRI tercinta.
TAGS : Sikap Beragama Bahaya Ghuluw Agama Radikalisme Pemikiran