KEISLAMAN

Kemanusiaan Adil Beradab Menghidupkan Jiwa Karomah Insaniyah

Yahya Sukamdani| Selasa, 02/06/2026
Menggali prinsip kemuliaan manusia berdasarkan tuntunan suci Al-Qur`an. Ilustrasi simbol sila 2 Pancasila

Terasmuslim.com - Sila kedua Pancasila, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, menegaskan bahwa peradaban sebuah bangsa diukur dari cara mereka memuliakan manusia.

Dalam pandangan Islam, konsep kemanusiaan ini berakar kuat pada doktrin karamah insaniyah atau jaminan kemuliaan yang diberikan Tuhan kepada seluruh anak cucu Adam.

Allah SWT menegaskan anugerah agung tersebut dalam Surah Al-Isra ayat 70, "Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak-anak Adam."

Penegasan ayat ini menuntut setiap kita untuk menghormati hak sesama manusia tanpa memandang suku, ras, ataupun golongan.

Baca juga :

Selanjutnya, pilar utama dari kemanusiaan yang hakiki adalah tegaknya keadilan yang objektif dan tidak pandang bulu dalam kehidupan bermasyarakat.

Al-Qur`an memerintahkan umat Islam untuk konsisten menegakkan keadilan, sebagaimana tertulis dalam Surah Al-Ma`idah ayat 8, "Berlakulah adil, karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa."

Keadilan yang dipandu oleh iman tidak akan goyah hanya karena rasa benci atau sentimen pribadi kepada suatu kelompok.

Sementara itu, kata "beradab" dalam sila kedua merujuk pada tingginya akhlak, kesopanan, serta nilai-nilai moral yang melingkupi interaksi sosial.

Rasulullah SAW sendiri diutus ke muka bumi ini dengan misi utama untuk menyempurnakan kemuliaan adab dan perilaku manusia.

Dalam sebuah hadis riwayat Ahmad, beliau bersabda, "Sesungguhnya aku hanya diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia."

Adab yang benar akan melahirkan sikap saling menghargai, menjauhkan bangsa dari perilaku biadab seperti perundungan, kekerasan, dan fitnah.

Lebih dari itu, manusia yang beradab adalah mereka yang memiliki rasa empati tinggi dan peduli terhadap penderitaan sesamanya.

Nabi Muhammad SAW memberikan perumpamaan yang indah mengenai kepedulian sosial ini dalam hadis riwayat Bukhari, "Tidak beriman salah seorang di antara kamu sampai dia mencintai saudaranya seperti dia mencintai dirinya sendiri."

Dengan demikian, mengamalkan sila kedua secara murni merupakan manifestasi nyata dari ketundukan kita pada syariat yang memanusiakan manusia.

Ketika keadilan dan adab telah menyatu dalam urat nadi bangsa, maka tatanan masyarakat yang damai dan berkah pasti akan terwujud.

TAGS : Keadilan dalam Islam Adab Islam Sila Kedua

Terkini